Menag: Nuzulul Qur’an Itu Inspirasi Rawat Persatuan Biar Dunia Makin Damai!
astakom.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan kalau peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi sumber inspirasi buat semua elemen bangsa dalam menjaga persatuan dan mewujudkan kehidupan yang damai.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menag dalam peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan di Istana Negara dengan tema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta”.
Acara ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, serta Pimpinan Kementerian dan Lembaga dalam Kabinet Merah Putih.Inspirasi dari Nuzulul Qur’an untuk Persatuan Bangsa
Menag menyatakan kalau Al Qur’an diwahyukan sebagai pedoman dan anugerah untuk hidup manusia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terdapat di dalamnya harus dapat diwujudkan dalam kehidupan publik agar tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga sebagai panduan dalam berbangsa dan bernegara."Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Qur'an harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan," ucap Menag, Selasa, dikutip oleh astakom pada Rabu, (11/3/2026).
Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Publik
Menag menyatakan bahwa peringatan ini adalah bagian dari usaha kolektif untuk mengimplementasikan ajaran Al-Qur'an secara nyata. Dia berpendapat bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam pembangunan negara akan menghasilkan ketahanan dalam memimpin menuju kebaikan bersama.Menag juga menegaskan pentingnya mendoakan para pemimpin. Ia berpendapat bahwa kebaikan seorang pemimpin akan memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan seluruh rakyat dan negara.
Doa untuk Pemimpin: Kebaikan untuk Semua
"Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka," ucap Menag.Menag mengundang semua kalangan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai acuan dalam menciptakan peradaban yang adil. Saya berharap momen ini memperkuat tekad nasional dalam memelihara keharmonisan di tengah keragaman Indonesia.
Penguatan Kepedulian Sosial Melalui Bantuan untuk Anak Yatim
"Semoga peringatan Nuzulul Qur'an ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat," sambungnya.Dalam kegiatan ini, Kementerian Agama juga mengundang 30 anak yatim dari panti asuhan untuk mendapatkan paket bantuan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an.











