astakom.com, Jakarta – Otoritas Lebanon menginformasikan pada Minggu malam bahwa serangan udara Israel di Sir al-Gharbiyyeh, Distrik Nabatieh, Lebanon selatan, telah mengakibatkan kematian sedikitnya 10 orang dan melukai enam lainnya.
Berita tersebut telah dikonfirmasi oleh kantor berita National News Agency (NNA), yang menyatakan bahwa serangan itu menambah jumlah korban jiwa seiring dengan meningkatnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon.
Melansir dari Yeni Safak, Senin, (9/3/2026), serangan pada Minggu lalu itu adalah bagian dari gelombang serangan yang lebih besar.
Serangan Udara Israel: Tewas di Lebanon Selatan
Berdasarkan Kementerian Kesehatan Lebanon dan laporan dari media lokal, setidaknya 49 orang meninggal di ibu kota Beirut dan kawasan selatan negara tersebut
Pada hari sebelumnya, serangan udara Israel juga menyebabkan kematian sedikitnya 55 orang, salah satunya anak-anak, di daerah timur dan selatan Lebanon.
Serangkaian serangan yang berlangsung selama dua hari itu menandakan peningkatan yang berarti dalam operasi militer Israel terhadap daerah Lebanon.
Reaksi Hizbullah dan Dampak Krisis Regional
Eskalasi terkini di Lebanon dimulai sejak Senin lalu saat pertukaran serangan melintasi perbatasan meningkat setelah tembakan roket terbatas dari kelompok Hizbullah
Tindakan kelompok tersebut disebut sebagai reaksi terhadap krisis regional yang dipicu oleh serangan bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Eskalasi Konflik: Ratusan Korban Jiwa dalam Dua Hari
Serangan itu dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta beberapa negara Teluk yang memiliki aset militer Amerika Serikat.
Berdasarkan informasi dari otoritas Lebanon, sekitar 400 orang telah meninggal, lebih dari 1.100 lainnya mengalami luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi sejak Senin lalu.akibat intensifikasi konflik antara Israel dan Hizbullah di perbatasan.
Kekhawatiran Global atas Korban Sipil dan Solusi Diplomatik
Korban sipil, termasuk anak-anak yang meninggal dalam serangan pada Sabtu, menimbulkan kekhawatiran global mengenai konsekuensi kemanusiaan dari konflik yang terus meluas.
Tanpa adanya solusi diplomatik yang jelas dan kedua pihak bersiap untuk meningkatkan serangan, masyarakat Lebanon terus mengalami dampak terparah dari perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

