Kemenhaj Bareng KJRI Jeddah Dampingi Jamaah Umrah Tertahan di Bandara Arab Saudi
astakom.com, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bareng tim Konsuler KJRI Jeddah turun langsung mendampingi jemaah umrah Indonesia saat proses kepulangan lewat Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, supaya perjalanan pulang mereka tetap aman dan terarah.
“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung jamaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz,” ujar Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah M. Ilham Effendy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
“Kami memastikan jamaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” tambahnya.
Sebanyak 2.735 orang terpantau
Berdasarkan laporan pengawasan lapangan, pada 5 Maret 2026 tercatat sebanyak 2.735 orang jamaah umrah Indonesia telah terpantau dan mendapatkan pendampingan dalam proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan.
Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan. Dengan demikian secara kumulatif jamaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.
Kedatangan jamaah juga dimonitor
Selain itu petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jamaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 352 orang jamaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama.
Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 orang mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan.
Jamaah tersebut saat ini berada di dua lokasi yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.
Memastikan jamaah kembali ke RI dengan aman
Di sisi lain Kemenhaj melalui perwakilan di Arab Saudi bersama Satgas Bandara terus melakukan pendampingan intensif, koordinasi dengan maskapai penerbangan, serta komunikasi dengan penyelenggara perjalanan umrah guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan yang baik serta dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.
Kemenhaj juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap jamaah umrah Indonesia, baik selama berada di Arab Saudi maupun dalam proses kepulangan ke Indonesia.











