5 Maskapai Rute Timur Tengah Belum Beroperasi, Kemenpar Pantau Dampaknya ke Pariwisata RI

Editor: AR Purba
Jumat, 6 Maret 2026 | 14:16 WIB
5 Maskapai Rute Timur Tengah Belum Beroperasi, Kemenpar Pantau Dampaknya ke Pariwisata RI

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada konektivitas penerbangan internasional. Sejumlah maskapai yang melayani rute dari dan menuju kawasan tersebut dilaporkan belum dapat kembali beroperasi.

Kondisi ini turut dipantau pemerintah Indonesia karena berpotensi memengaruhi arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air, terutama melalui jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi akses utama wisatawan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan terus memantau perkembangan situasi tersebut dan menyiapkan langkah mitigasi untuk memastikan kinerja sektor pariwisata nasional tetap terjaga.

Lima maskapai rute Timur Tengah belum terbang

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah memonitor perkembangan situasi penerbangan yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah.

dilansir dari laman resmi Kemenpar pada Jumat, (6/3/2026) Ia menyampaikan berdasarkan informasi dari pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, saat ini terdapat lima maskapai yang belum dapat mengoperasikan penerbangan menuju kawasan tersebut.

“Kita pantau terus. GM Bandara Bali menyampaikan bahwa terkait penerbangan ke Timur Tengah, dari lima maskapai yang beroperasi saat ini memang belum dapat terbang,” ujar Ni Luh Puspa saat meninjau kondisi bandara di Bali, Kamis, (5/3/2026).

Dampak ke penerbangan Bali masih terbatas

Meski terdapat gangguan pada beberapa rute penerbangan, dampaknya terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinilai masih relatif kecil.

Kemenpar mencatat penurunan jumlah penerbangan hanya sekitar 0,5 persen. Kondisi ini terjadi karena sebagian wisatawan internasional melakukan penyesuaian rute perjalanan melalui hub penerbangan alternatif di kawasan Asia.

Malaysia dan Singapura selama ini menjadi simpul konektivitas utama penerbangan menuju Indonesia, disusul Hong Kong dan sejumlah hub lainnya.

Berdasarkan data konektivitas penerbangan, proporsi terbesar jalur menuju Indonesia berasal dari Malaysia sebesar 28 persen, diikuti Singapura 18 persen, kawasan Timur Tengah 11 persen, serta Hong Kong dan hub lainnya.

“Artinya, konektivitas kita masih didominasi oleh Malaysia dan Singapura,” kata Ni Luh Puspa.

Kemenpar perkuat pasar Asia-Pasifik

Sebagai langkah mitigasi, Kemenpar akan memperkuat strategi promosi dan penetrasi pasar wisata di kawasan Asia dan Pasifik.

Data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 menunjukkan lima negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia berasal dari kawasan tersebut, yakni Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste.

“Arahan dari Ibu Menteri Pariwisata, kita akan memperkuat pasar Asia dan Pasifik. Dengan strategi ini diharapkan dampak dari situasi di Timur Tengah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pariwisata Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.

Kemenpar juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi pariwisata dunia UN Tourism, untuk memantau perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap mobilitas wisatawan internasional.

“Situasi ini masih terus kita pantau. Kami akan melihat laporan-laporan terbaru, termasuk perkembangan di Bali, untuk memastikan langkah mitigasi yang tepat bagi sektor pariwisata,” kata Ni Luh Puspa.

Gen Z Takeaway
Meski konflik global bisa berdampak ke penerbangan internasional, pariwisata Indonesia sejauh ini masih relatif aman. Banyak wisatawan tetap bisa datang lewat jalur alternatif seperti Malaysia dan Singapura, sementara pemerintah juga mulai memperkuat pasar Asia-Pasifik agar kunjungan wisatawan tetap stabil.

Dampak di Sektor Pariwisata Konflik Timur Tengah Maskapai Penerbangan Pariwisata Timur Tengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB