astakom.com, Jakarta – Tunggal putra Indonesia Bismo Raya Oktora harus puas keluar sebagai runner-up Singapore International Challenge 2026 setelah takluk dari wakil Chinese Taipei, Zhe Ying Wu, pada partai final yang digelar Minggu (1/3).
Dalam laga yang berlangsung sengit, Bismo sempat tampil dominan di gim pertama dan menang telak 21-5. Namun, keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan. Zhe Ying Wu bangkit di gim kedua dan memaksakan rubber game setelah merebut kemenangan 21-19.
Memasuki gim penentuan, duel berlangsung ketat. Kedua pemain saling kejar poin hingga pertengahan laga. Meski berupaya menjaga ritme permainan, Bismo akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-21, sekaligus memastikan gelar juara jatuh ke tangan wakil Chinese Taipei.
Meski gagal meraih titel, pencapaian runner-up menjadi modal penting bagi Bismo untuk terus meningkatkan konsistensi dan daya saing di level internasional. Performa solid sejak babak awal hingga final menunjukkan progres positif tunggal putra Indonesia dalam persaingan global.
Hasil ini sekaligus menegaskan ketatnya persaingan sektor tunggal putra, di mana setiap pertandingan menuntut ketahanan fisik, mental, dan strategi matang hingga poin terakhir.
Gen Z Takeaway
Bismo udah gaspol banget sampai final, tapi kali ini harus legowo jadi runner-up. Menang telak di gim pertama, tapi duel super ketat bikin laga jadi drama tiga gim. Meski kalah, performanya tetap respect banget, bukti mental fighter dan potensi besar ke depan. Tenang, ini bukan akhir, justru awal buat naik level!

