Kemendikdasmen Mastiin Keberlanjutan Revitalisasi Sekolah: Fokus Wilayah 3T
astakom.com, Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mastiin keberlanjutan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026. Keberlanjutan dilakukan dengan alokasi anggaran yang telah diamankan dalam APBN.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah telah mengalokasikan angaran sekitar Rp14 Triliun untuk pelaksanaan program pada tahun 2026.
Saat ini, proses verifikasi dan validasi (verval) satuan pendidikan calon penerima bantuan tengah berlangsung.
“Untuk tahun 2026, yang sudah aman di APBN ada Rp14 triliun untuk revitalisasi. Sementara yang kami alokasikan, sekarang sudah proses verval, sekitar 11.470 satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Revitalisasi difokuskan di wilayah 3T
Adapun fokus kebijakan diarahkan secara tegas pada tiga prioritas utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah di daerah terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pemerataan akses pendidikan.
Komitmen Prabowo prioritaskan pendidikan
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, cakupan revitalisasi pada 2026 akan diperluas secara signifikan.
Pemerintah menargetkan tambahan 60.000 satuan pendidikan untuk direvitalisasi, sehingga total pada 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 71.000 satuan pendidikan.
Arahan tersebut menunjukkan komitmen kuat Prabowo dalam menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
“Bapak presiden berkomitmen mengubah masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang maju dengan pendidikan sebagai prioritasnya. Berkali-kali beliau menyampaikan bahwa memberantas kemiskinan itu formulanya adalah pendidikan,” tegasnya.











