astakom.com, Jakarta – Asa Persib Bandung melangkah ke babak perempat final AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 harus kandas di hadapan publik sendiri. Meski mampu menundukkan Ratchaburi FC dengan skor 1-0 pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2) malam, Maung Bandung tetap tersingkir akibat kalah agregat 1-3.
Gol semata wayang Persib dicetak striker andalan Andrew Jung pada menit ke-40. Berawal dari situasi kemelut di depan gawang lawan, Jung sigap menyambar bola liar dan menggetarkan jala Ratchaburi. Gol tersebut sempat dianulir wasit karena dugaan offside, sebelum akhirnya disahkan setelah peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR).
Keunggulan Persib kian berat dipertahankan setelah Uilliam Barros harus meninggalkan lapangan lebih awal. Penyerang asal Brasil itu diganjar kartu merah langsung di masa injury time babak pertama akibat tekel keras terhadap Jonathan Khemdee. Bermain dengan 10 pemain membuat intensitas serangan Persib menurun di paruh kedua laga.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mencoba menyegarkan permainan dengan memasukkan sejumlah pemain ofensif seperti Layvin Kurzawa, Beckham Putra, Luciano Guaycochea, hingga Sergio Castel. Namun, solidnya pertahanan Ratchaburi membuat Persib gagal menambah gol yang sangat dibutuhkan untuk mengejar defisit agregat.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil ini memastikan langkah Persib terhenti di babak 16 besar, sementara Ratchaburi berhak melaju ke delapan besar dan akan menghadapi pemenang laga antara Pohang Steelers dan Gamba Osaka.
Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Persib, terutama terkait pentingnya konsistensi performa dalam laga kandang maupun tandang di level Asia. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di Thailand terbukti menjadi beban berat yang sulit ditebus, meski tampil dominan di hadapan pendukung sendiri.
Gen Z Takeaway
Walau Persib menang 1-0, kenyataannya perjuangan Maung Bandung di ACL 2 harus stop di 16 besar karena kalah agregat, dan ini jadi bukti kalau main konsisten dari leg pertama itu krusial banget. Lesson learned: di level Asia, satu laga buruk bisa bikin mimpi buyar, jadi gak ada ruang buat lengah, apalagi buang-buang peluang. Buat Persib dan Bobotoh, ini bukan akhir, tapi alarm keras buat upgrade mental, strategi, dan kedalaman skuad biar next season bisa gaspol dari awal sampai akhir.

