Pemerintah Atur Pelaksanaan Pembelajaran selama Ramadhan: Sekolah Jadi lebih Bermakna

Editor: Alfian Tegar
Jumat, 6 Februari 2026 | 07:17 WIB
Pemerintah Atur Pelaksanaan Pembelajaran selama Ramadhan: Sekolah Jadi lebih Bermakna

astakom.com, Jakarta — Pemerintah mengatur pelaksanaan pembelajaran di sekolah selama Ramadhan 2026 dengan fokus pada penguatan nilai keagamaan, pembinaan karakter, serta tetap menjamin hak belajar siswa secara seimbang.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, kemarin.

"Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif," ujar Pratikno, kemarin (5/2/2026).

Momentum perkuat aspek keagamaan siswa

Menko Pratikno menegaskan pembelajaran selama Ramadhan tidak hanya diarahkan pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter sosial anak-anak Indonesia.

Dalam pengaturannya, kata dia, pemerintah mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik.

Bagi murid beragama Islam, lanjutnya, kegiatan dapat berupa tadarus Al Quran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Sementara itu murid beragama non-Islam difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan lain sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kegiatan sosial dan edukatif untuk siswa

Selain penguatan keagamaan, kata dia, pembelajaran selama Ramadhan juga diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif.

Kegiatan tersebut antara lain berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, kompetisi keagamaan seperti lomba adzan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), cerdas cermat keagamaan, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

"Kita ingin anak-anak belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Ramadhan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya," kata Menko PMK Pratikno.

Skema pembelajaran selama ramadhan

Adapun hasil rapat menyepakati skema pembelajaran selama Ramadhan 2026 yakni pembelajaran di luar satuan pendidikan pada 18 hingga 20 Februari 2026, pembelajaran tatap muka pada 23 Februari hingga 16 Maret 2026, serta libur pasca-Ramadan pada 23 hingga 27 Maret 2026.

Menko PMK mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk menindaklanjuti kebijakan ini dengan pengaturan teknis yang adaptif dan kontekstual, tanpa mengurangi substansi kebijakan nasional yang telah ditetapkan.

Gen Z Takeaway
Ramadhan 2026, sekolah tetap berjalan dengan fokus seimbang antara akademik dan karakter. Pembelajaran diarahkan ke penguatan nilai keagamaan sesuai keyakinan, plus aktivitas sosial biar empati tumbuh. Skemanya: 18–20 Februari belajar di luar sekolah, 23 Februari–16 Maret tatap muka, lalu libur 23–27 Maret. Ramadhan jadi momen belajar yang relevan dan bermakna.

Bulan Ramadhan Kemenko PMK Menko PMK Peraturan Pembelajaran saat Ramadhan Pratikno Ramadhan ramadhan 2026 Rapat Tingkat Menteri RTM Sekolah saat Ramadhan

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB