Beda Visi Sama Jerome Powell, Donald Trump Spill Kandidat Bos The Fed! Mancing Pro-Kontra Elit Global

Editor: Shintya
Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:47 WIB
Beda Visi Sama Jerome Powell, Donald Trump Spill Kandidat Bos The Fed! Mancing Pro-Kontra Elit Global
Beda Visi Sama Jerome Powell, Donald Trump Spill Kandidat Bos The Fed! Mancing Pro-Kontra Elit Global. (astakom/The Fed)

astakom.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell jadi Ketua Federal Reserve (The Fed), setelah beberapa kali kasih kritik keras karena ngerasa tak sejalan.

Jika pencalonannya disetujui Senat (majelis tinggi kongres AS), Kevin akan mulai menjabat pada Mei bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Jerome Powell.

Para pemangku kepentingan ekonomi di AS dan elit global, ikut speak up soal pencalonan ini. Dilansir dari laman Business Insider, Sabtu (31/1/2026) mantan CEO dan co-CIO PIMCO sekaligus profesor di Wharton, Mohamed El-Erian, mengucapkan selamat atas pencalonan Warsh.

"Komitmennya untuk mereformasi dan memodernisasi The Fed menjadi pertanda baik bagi peningkatan efektivitas kebijakan serta perlindungan terhadap independensi politik lembaga tersebut," tulisnya di akun X.

Kevin Warsh calon yang tepat untuk The Fed

El-Erian menyoroti pencalonan ini karena apa yang terjadi pada The Fed yaitu penyelidikan Departemen Kehakiman kepada Jerome Powell dinilai berpotensi merusak kredibilitas The Fed yang posisi publiknya sudah rapuh.

Ekonom Harvard dan mantan penasihat ekonomi utama Presiden Barack Obama, Jason Furman, ngetweet di X kalau skill Warsh jauh melampaui standar yang dibutuhkan.

Independensi Warsh

Dari sisi substansi maupun independensi Warsh sangat unggul. Jadi menurutnya Warsh calon yang cocok buat jadi Ketua Federal Reserve.

"Senat seharusnya mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit mengenai independensinya, dan Presiden Trump perlu mengurangi ancaman terhadap hal tersebut. Mudah-mudahan itu akan memperjelas bahwa Warsh layak dikonfirmasi," kata Furman.

Principal dan kepala ekonom RSM US LLP, Joseph Brusuelas, menilai Warsh memenuhi syarat untuk memimpin The Fed. Tapi dia perlu diuji secara clear terkait independensi bank sentral, agenda reformasi, dan rencananya mengurangi neraca The Fed.

"Selain itu, dia juga perlu ditantang soal bagaimana dia akan merespons krisis keuangan, mengingat rekam jejak publiknya yang sangat fokus pada risiko inflasi pada saat pengangguran meningkat dan deflasi terjadi pada fase awal Krisis Keuangan Global," tulis Brusuelas di X.

Dukungan pencalonan Warsh
Mantan Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, turut memuji keputusan Trump mencalonkan Warsh sebagai Ketua The Fed.
"Kevin Warsh adalah pilihan yang sangat tepat sebagai Ketua The Fed, cerdas, serius, berpengalaman, memahami ekonomi baru sekaligus ekonomi lama," kata Osborne, yang kini memimpin OpenAI for Countries, dalam unggahan di X.
Tim kontra
Selain pendukung, ada juga pihak yang justru menyayangkan jika The Fed dipimpin oleh Warsh. Ekonom peraih Nobel sekaligus profesor riset di Graduate Center, City University of New York, Paul Krugman, justru memberikan kritik pedas terhadap pencalonan Warsh.

Dalam tulisannya di Substack, Krugman mengatakan banyak laporan media menggambarkan Warsh sebagai hawk atau agresif dalam menerapkan kebijakan moneter dan disebut sebagai figur politik yang menentang demokrat.

"Itu adalah kekeliruan kategori. Warsh adalah aktor politik. Dia menyerukan kebijakan moneter ketat dan menentang upaya mendorong perekonomian ketika Demokrat menguasai Gedung Putih," ujarnya.

Respon pasar terhadap pencalonan
Senior fellow di Brookings Institution sekaligus mantan managing director dan kepala ekonom di Institute of International Finance, Robin Brooks, menulis di X bahwa Warsh merupakan pilihan yang sangat baik sebagai Ketua The Fed dan dikenal sebagai figur hawkish. Tapi dia ngerasa heran sama respons pasar yang relatif datar sama pencalonan ini.

"Pasar bertanya-tanya apa yang dijanjikan untuk mendapatkan penunjukan ini, itulah sebabnya dolar, setelah melemah tajam dalam beberapa hari terakhir, tidak mampu menguat. Padahal seharusnya ini menjadi kabar baik," kata Brooks.

Gen Z Takeaway
Trump nge-nominate Kevin Warsh buat gantiin Jerome Powell jadi bos The Fed, dan market lagi mode wait and see. Pro camp bilang Warsh solid, independen, dan bisa modernize kebijakan moneter, sementara kontra nyebut dia terlalu hawkish dan politis. Dolar sempat chill karena investor masih nebak-nebak “deal di balik layar” dari pencalonan ini.

Berita ekonomi Donald Trump Jerome Powell kevin warsh Senat Amerika The Fed

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB