astakom.com, Jakarta – Liverpool harus menelan kekalahan dramatis 2-3 dari tuan rumah AFC Bournemouth dalam laga Premier League yang berlangsung ketat di Vitality Stadium, Minggu (25/1) WIB. Kemenangan Bournemouth ditentukan oleh gol Amine Adli di menit tambahan terakhir, yang menghentikan laju tak terkalahkan Liverpool dalam 13 pertandingan di semua kompetisi.
Dalam duel yang penuh tekanan itu, Bournemouth tampil mengejutkan sejak babak pertama. Evanilson membuka keunggulan pada menit ke-26, memanfaatkan kesalahan lini belakang Liverpool, sebelum Álex Jiménez menggandakan skor tujuh menit kemudian. Liverpool terlihat kesulitan menghadapi intensitas permainan tuan rumah.
Liverpool baru mulai bangkit menjelang turun minum. Virgil van Dijk sukses memperkecil ketertinggalan pada waktu tambahan babak pertama, memanfaatkan umpan sepak pojok. Momentum itu berlanjut di babak kedua ketika Dominik Szoboszlai menyamakan skor lewat tendangan bebas yang indah pada menit ke-80. Skor 2–2 bertahan hingga hampir usainya pertandingan.
Gol Injury Time
Namun drama masih berlanjut. Pada menit ke-95, Bournemouth mendapatkan peluang dari tendangan panjang, yang kemudian diselesaikan Adli untuk memastikan kemenangan timnya hanya beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi. Gol ini menjadi momen krusial yang membawa Bournemouth meraih tiga poin penuh di kandang sendiri.
Usai pertandingan, pelatih Liverpool Arne Slot mengakui timnya kehabisan energi, menyebut jadwal padat dan kurangnya waktu pemulihan sebagai faktor dalam performa timnya. Kekalahan ini juga memperpanjang rentetan tanpa kemenangan Liverpool di liga menjadi lima laga, dan berpotensi menggeser posisi mereka dari zona empat besar klasemen jika rival-rival mereka mendapat hasil positif.
Sementara itu, bagi Bournemouth hasil ini sangat berarti. Selain mengakhiri rekor tak terkalahkan Liverpool, kemenangan tersebut menjadi hanya kemenangan kedua tim di liga dalam 15 laga terakhir, sekaligus membawa mereka menjauh dari ancaman degradasi.
Gen Z Takeaway
Liverpool kena plot twist pahit di markas Bournemouth. Udah susah payah comeback dari ketinggalan dua gol sampai skor 2–2, eh malah kebobolan di detik-detik terakhir. Vibes “tinggal bentar lagi draw” langsung buyar. Kekalahan 3–2 ini jadi reminder kalau di Premier League, lengah dikit = auto dihukum. Reds pulang tanpa poin, Bournemouth malah panen euforia di kandang. Football is cruel, bro.

