astakom.com, Jakarta — Inter Milan menunjukkan kelasnya di papan atas Serie A setelah melakukan comeback gemilang dan mengalahkan tamunya, Pisa, dengan skor telak 6–2 pada laga yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (24/1) dini hari WIB. Kemenangan ini sekaligus memperlebar jarak Nerazzurri di puncak klasemen liga tertinggi Italia.
Pertandingan yang awalnya berjalan tidak sesuai rencana bagi tuan rumah itu sempat membuat pendukung tercengang. Pisa mengejutkan publik San Siro dengan unggul 2–0 di babak pertama melalui dua gol cepat Stefano Moreo pada menit ke-11 dan ke-23, memanfaatkan kesalahan lini belakang Inter.
Namun momentum berubah drastis di penghujung babak pertama. Inter bangkit dengan cepat melalui gol penalti Piotr Zielinski pada menit ke-39, disusul gol penyama oleh Lautaro Martinez dua menit kemudian, serta sundulan dari Pio Esposito menjelang turun minum yang membawa skor menjadi 3–2.
Keunggulan ini kemudian dikokohkan di babak kedua oleh Federico Dimarco, Ange-Yoan Bonny, dan Henrikh Mkhitaryan yang masing-masing mencetak gol, memastikan skor akhir 6–2 untuk Inter.
Hasil ini membuat Inter Milan tetap berada di puncak klasemen Serie A dengan 52 poin, unggul enam poin dari pesaing terdekatnya, sementara Pisa masih terbenam di dasar klasemen dengan 14 poin.
Susunan Pemain
Inter Milan (3-5-2): 1 Sommer; 31 Bisseck, 6 De Vrij, 95 Bastoni; 11 Luis Henrique (32 Dimarco 34′), 8 Sucic (23 Barella 61′), 7 Zielinski, 22 Mkhitaryan, 30 Carlos Augusto (25 Akanji 80′); 10 Lautaro (14 Bonny 80′), 94 Esposito (9 Thuram 61′).
Pisa (3-4-2-1): 22 Scuffet; 33 Calabresi, 5 Canestrelli, 26 Coppola; 15 Touré, 6 Marin (14 Akinsanmiro 46′), 20 Aebischer (99 Lorran 70′), 3 Angori (7 Leris 70′); 10 Tramoni (36 Piccinini 46′), 32 Moreo; 9 Meister (17 Durosinmi 40′).
Gen Z Takeaway
Inter Milan benar-benar mode no mercy: sempat kaget karena kebobolan dua gol, tapi langsung bangkit dan bantai Pisa 6–2. Dari hampir kena mental, malah jadi pesta gol di San Siro, bukti kalau Si Ular beda level dan comeback itu udah jadi DNA mereka. Intinya, Inter mungkin bisa goyah sebentar, tapi kalau sudah panas, lawan tinggal siap-siap digilas.

