Kerja Sama Pendidikan RI-Inggris, Prabowo Rencanakan Bangun Kampus STEM di Indonesia
astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas ternama di Inggris Raya membahas peluang penguatan kerja sama pendidikan.
Hasil dari pertemuan tersebut salah satunya rencana pengembangan kampus kedokteran serta bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia.
"Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London," kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi media, Rabu (21/1/2026).
Melansir astakom.com, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Inggris ini untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis Indonesia–Inggris, khususnya di bidang pendidikan
Rencana pembangunan 10 universitas baru
Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.
Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.
Kerja sama dengan universitas di Inggris
Di hadapan para akademisi tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.
Presiden juga menekankan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.
"Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas tersebut di Indonesia terutama dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), menjadi fokus utama Presiden Prabowo," kata Seskab Teddy.
Kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar kualitas dan lingkungan kampus yang aman serta menarik bagi tenaga pengajar internasional.











