Doraemon Tak Lagi Tayang di RCTI Mulai 2026, Akhiri Perjalanan Panjang di TV Nasional
Astakom, Jakarta - Doraemon, anime yang jadi teman banyak generasi, kini tak lagi muncul di layar salah satu televisi nasional sejak awal 2026.
Perbincangan makin ramai karena banyak penonton sadar Doraemon sudah tidak terlihat lagi di jam tayang biasanya, terutama sejak akhir Desember 2025. Dari sini, spekulasi pun bermunculan di media sosial.
Kabar ini langsung bikin publik bertanya-tanya ini benar berhenti tayang atau cuma isu viral?Isu awalnya ramai di media sosial
Isu ini mencuat setelah unggahan akun Instagram @folkative pada awal pecan ini yang menyebut Doraemon dikabarkan tak lagi tayang di televisi setelah hampir 30 tahun mengudara.
Unggahan itu juga menegaskan belum ada pernyataan resmi soal alasannya.
Meski ramai dibahas, informasi dari media sosial tersebut bukan konfirmasi resmi, melainkan pemicu diskusi publik yang kemudian dicek ulang lewat data jadwal siaran.
Fakta yang bisa dipastikan sejauh ini
Berdasarkan pemantauan jadwal siaran resmi dan platform digital televisi nasional, Doraemon memang sudah tidak tercantum sejak akhir Desember 2025. Ini menjadi satu-satunya fakta yang bisa diverifikasi hingga saat ini.
Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tertulis dari pihak televisi nasional maupun pemegang lisensi yang menyatakan Doraemon dihentikan atau “distop” secara permanen.
Bukan tamat, tapi pindah zaman
Yang jelas, Doraemon masih terus diproduksi dan tayang di Jepang, serta tersedia lewat berbagai platform resmi di luar televisi konvensional. Artinya, Doraemon tidak tamat hanya saja tidak lagi dijadwalkan di TV nasional.
Bagi generasi muda, absennya Doraemon dari TV jadi penanda perubahan cara nonton, dari nunggu jam tayang, ke era serba on-demand. Kartunnya tetap hidup, tapi medianya yang berubah.
Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi dari pihak televisi nasional maupun pemegang lisensi soal kenapa Doraemon sudah tidak lagi tayang. Informasi yang beredar sejauh ini baru berdasarkan perubahan jadwal siaran dan aktivitas di media sosial, yang kemudian ramai dibahas dan diberitakan media.









