astakom.com, Jakarta – Chelsea FC dikabarkan sudah mulai bergerak untuk menunjuk pelatih baru menyusul berakhirnya kerja sama dengan Enzo Maresca. Di tengah proses seleksi, Liam Rosenior, pelatih RC Strasbourg, kini disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi manajer di Stamford Bridge.
Kepergian Maresca sebagai pelatih kepala The Blues terjadi pada 1 Januari 2026, setelah hubungan internal dengan manajemen klub dilaporkan memburuk meskipun ia sempat membawa klub meraih beberapa prestasi.
Menurut laporan, Rosenior unggul di antara beberapa nama lain yang sempat dipertimbangkan Chelsea, seperti pelatih Porto Francesco Farioli. Sementara itu, nama-nama seperti Roberto De Zerbi, Cesc Fabregas, dan Oliver Glasner disebut tidak lagi menjadi prioritas dalam perburuan pelatih baru The Blues.
Profil Liam Rosenior
Liam James Rosenior, 41 tahun, adalah mantan pemain profesional asal Inggris yang berkarier sejak awal 2000-an sebagai bek di sejumlah klub seperti Bristol City, Fulham, Reading, Hull City, dan Brighton dan Hove Albion, total mengemas 393 penampilan di kompetisi domestik Inggris.
Setelah pensiun pada 2018, Rosenior langsung beralih ke jalur kepelatihan. Ia memulai sebagai asisten pelatih di tim U-23 Brighton dan Hove Albion, kemudian bergabung dengan Derby County sebagai pelatih pertama dan kemudian interim manajer. Kariernya terus berkembang saat ia dipercaya jadi pelatih Hull City di Championship hingga 2024, sebelum menerima tantangan baru di RC Strasbourg di Liga Prancis.
Di Strasbourg, Rosenior menunjukkan sentuhan taktis yang progresif dengan filosofi permainan modern yang menekankan penguasaan bola, pressing tinggi, dan peluang bagi pemain muda, hasilnya, klub finis di papan atas Ligue 1 dan berkompetisi di ajang UEFA Conference League.
Sistem kepelatihannya ini yang membuatnya diminati oleh jajaran manajemen Chelsea, terutama karena hubungan kepemilikan yang sama antara Chelsea dan Strasbourg di bawah konsorsium BlueCo.
Kandidat pelatih baru Chelsea ini juga disebut sebagai figur yang menggabungkan pengalaman bermain di Inggris dengan visi manajerial progresif, serta mampu beradaptasi lintas budaya kompetisi sepak bola setelah sukses di Prancis.
Meski demikian, proses resmi penunjukan manajer masih berlangsung dan belum ada konfirmasi dari pihak klub. Seiring berkembangnya rumor, dukungan internal terhadap Rosenior dipercaya memberikan keunggulan kompetitif dalam persaingan untuk kursi kepelatihan Chelsea musim ini dan seterusnya.
Gen Z Takeaway
Chelsea lagi di fase “move on” dan nama Liam Rosenior langsung naik ke permukaan. Pelatih muda, satu ekosistem sama BlueCo, dan vibes-nya cocok sama proyek jangka panjang The Blues. Kalau beneran kejadian, ini sinyal Chelsea pengin restart pakai energi baru, bukan sekadar nama besar. Tinggal satu pertanyaan: Rosenior bakal jadi hidden gem… atau eksperimen berisiko? Stamford Bridge lagi nunggu jawabannya.

