astakom.com, Jakarta – Kontingen judo Indonesia kembali memperlihatkan tajinya di SEA Games 2025 dengan menambah koleksi satu medali emas dan dua medali perak pada hari kedua pertandingan, Sabtu (13/12), di Auditorium Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Pathum Thani, Thailand.
Emas disumbangkan oleh I Made Sastra Dharma dari kelas 81–90 kilogram putra, yang tampil dominan di final dengan mengalahkan wakil tuan rumah, Wei Puyang, dengan skor 1–0. Kemenangan tersebut menjadi tambahan berharga setelah judo Indonesia sebelumnya juga meraih tiga emas pada hari sebelumnya.
Di nomor putra kelas 90–100 kilogram, Gede Ganding Kalbu Soethama harus puas dengan medali perak setelah takluk oleh atlet Singapura, Henric Khua Ka Keng, lewat ippon di laga puncak. Sedangkan di nomor putri kelas +78 kilogram, Indah Permatasari juga meraih medali perak setelah dikalahkan wakil Thailand, Thonthan Satjadet, dengan ippon.
Prestasi ini semakin mengokohkan kontribusi judo bagi kontingen Indonesia di SEA Games 2025, di mana sebelumnya Dinny Febriany, Syerina, dan Muhammad Rizqi Maulana turut membawa pulang medali emas dari nomor mereka masing-masing. Total perolehan medali di cabang olahraga ini telah melampaui target awal yang dipatok oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Dengan hasil ini, judo kembali menjadi salah satu andalan kontingen Merah Putih dalam perburuan medali di ajang olahraga kawasan Asia Tenggara yang berlangsung hingga 20 Desember 2025 mendatang.
Gen Z Takeaway
Cabang judo ngasih pelajaran penting: menang itu bonus, tapi mental tanding dan konsistensi itu kunci. Satu emas dan dua perak di SEA Games 2025 nunjukkin kalau atlet Indonesia nggak cuma kuat fisik, tapi juga tahan tekanan. Buat Gen Z, ini reminder kalau progres itu nyata, asal mau jatuh-bangun, stay disiplin, dan nggak cepat nyerah. Trust the process, hasil bakal nyusul.

