Profil John Herdman: Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia, Punya Jejak Piala Dunia

Editor: A Cuwantoro
Selasa, 2 Desember 2025 | 11:05 WIB
Profil John Herdman: Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia, Punya Jejak Piala Dunia
John Herdman dikabarkan jadi kandidat pelatih Timnas Indonesia. (Foto: bola.com)

astakom.com, Jakarta – Bursa pelatih Timnas Indonesia semakin dinamis dengan munculnya nama baru: John Herdman. Mantan pelatih Timnas Kanada itu disebut sebagai salah satu kandidat yang tengah dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Patrick Kluivert. Informasi ini pertama kali diberitakan oleh media Inggris, Sky Sports.

Menurut laporan tersebut, Herdman telah menjalani wawancara dengan perwakilan PSSI yang sedang berada di Eropa. Ia kabarnya bersaing dengan sosok lain yang tidak kalah menarik, yakni Giovanni van Bronckhorst, asisten pelatih Liverpool yang juga masuk dalam radar PSSI untuk posisi pelatih kepala.

Sky Sports menuliskan bahwa Herdman masuk daftar kandidat utama dan telah berbicara langsung dengan PSSI terkait peluangnya menangani skuad Garuda. Van Bronckhorst pun disebut berada dalam tahap pertimbangan yang sama.

Profil John Herdman
John Herdman lahir di Consett 19 Jul 1975. Ia berkewarganegaraan Inggris dengan lisensi kepelatihan Pro – UEFA. Bagi publik Indonesia, nama Herdman mungkin masih terdengar asing. Namun jejak kepelatihannya cukup panjang, mulai dari Selandia Baru, Kanada, hingga level klub di Major League Soccer (MLS). Herdman lahir di Consett, Inggris, pada 9 Juli 1975, dan kini berusia 50 tahun.

Uniknya, Herdman tidak pernah menjadi pemain profesional. Ia justru membangun karier sepenuhnya sebagai pelatih. Pada 2006–2011, ia menangani Timnas Putra Selandia Baru sebelum dipercaya memimpin Timnas Putri Kanada. Pada 2018, ia naik jabatan menjadi pelatih Timnas Putra Kanada.

Kiprahnya bersama Kanada cukup menonjol. Herdman sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian besar bagi negara tersebut. Meski gagal melewati fase grup, pengalaman itu menambah portofolio penting dalam kariernya. Kanada kala itu kalah dari Belgia, Kroasia, dan Maroko, dua di antaranya kemudian menjadi semifinalis.

Secara statistik, Herdman mencatat 36 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 15 kekalahan selama menangani Kanada. Ia juga dikenal piawai memaksimalkan potensi generasi emas Kanada yang dihuni pemain top seperti Alphonso Davies, Jonathan David, dan Tajon Buchanan.

Selain di level tim nasional, Herdman juga sempat mencicipi atmosfer MLS bersama Toronto FC pada musim 2023/2024. Dari 46 pertandingan, ia membukukan 17 kemenangan, empat imbang, dan 25 kekalahan.

Taktik Fleksibel
Satu hal yang membuat Herdman menarik bagi banyak tim adalah fleksibilitas taktiknya. Ia tidak terpaku pada satu sistem permainan. Formasi 3-4-3 menjadi pakem yang sering ia gunakan bersama Kanada, namun Herdman juga kerap beralih ke formasi empat bek sesuai kebutuhan, seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1. Pendekatan adaptif ini membuat timnya lebih mudah menyesuaikan diri dengan karakter lawan.

Pendekatan tersebut diyakini menjadi salah satu nilai tambah yang dilihat PSSI. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan pelatih yang mampu membangun struktur permainan modern dan adaptif menjadi perhatian utama federasi.

Seiring proses seleksi yang masih berjalan, nama Herdman semakin banyak diperbincangkan. Rekam jejak internasional, pengalaman di Piala Dunia, serta fleksibilitas taktik membuatnya menjadi kandidat serius untuk memimpin Timnas Indonesia.

Kini, publik menunggu langkah berikutnya dari PSSI serta siapa yang akhirnya dipilih untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi.

Gen Z Takeaway

Dari semua drama bursa pelatih, nama John Herdman kayaknya bikin vibes baru buat Timnas: udah pernah ngerasain Piala Dunia, taktiknya fleksibel, dan punya rekam jejak ngangkat level tim yang sebelumnya underrated. Kalau beneran gabung, ini bisa jadi upgrade besar yang bikin Garuda makin nggak kaleng-kaleng di kancah internasional.

John Herdman Patrick Kluivert PSSI Timnas Indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB