Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos 32 Besar, PSSI Apresiasi Sekaligus Evaluasi Nova Arianto
astakom.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-17 dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia U-17 2025 setelah gagal menembus babak 32 besar. Meski demikian, PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) tetap memberikan apresiasi atas kerja keras pelatih Nova Arianto beserta jajaran pelatih, sembari memastikan bahwa evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan sebagai bagian dari pembenahan tim muda nasional.
Garuda Muda harus puas menempati posisi ketiga di Grup H dengan perolehan tiga poin dari tiga pertandingan. Hasil tersebut tidak cukup untuk mengantarkan Indonesia menjadi salah satu dari peringkat tiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar.
Meskipun tersingkir, tim asuhan Nova Arianto menutup fase grup dengan catatan positif lewat kemenangan dramatis 2–1 atas Honduras U-17. Kemenangan itu menjadi satu-satunya poin penuh yang diraih Indonesia sepanjang turnamen dan menjadi catatan bersejarah tersendiri di ajang Piala Dunia kelompok umur ini.
Apresiasi dari BTN dan PSSI
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menegaskan bahwa hasil yang diraih Timnas U-17 tidak boleh dilihat semata-mata dari kegagalan lolos ke fase berikutnya. Ia menilai perjuangan dan dedikasi pelatih Nova Arianto serta timnya tetap patut diapresiasi. “Nova sudah sangat luar biasa, perjuangannya dan asistennya juga. Itu yang harus kita apresiasi,” ujar Sumardji (11/11).Namun demikian, Sumardji menegaskan bahwa evaluasi tetap perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan proses perbaikan berkelanjutan. Evaluasi tersebut akan mencakup aspek teknis, taktis, hingga mental pemain, tanpa bermaksud menjatuhkan atau menyalahkan pihak tertentu.
Langkah Evaluasi
PSSI menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja pelatih dan tim akan dilakukan secara menyeluruh oleh BTN. Hasilnya akan menjadi bahan untuk menentukan arah pembinaan sepak bola usia muda ke depan. Meski gagal melangkah lebih jauh, federasi menilai bahwa skuad muda Indonesia ini telah menunjukkan potensi besar dan semangat juang tinggi di level dunia.“Itu modal dasar yang luar biasa. Anak-anak ini harus terus berprestasi di kelompok usia berikutnya,” lanjut Sumardji.
Di sisi lain, Nova Arianto menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang belum sesuai harapan publik. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai posisinya kepada PSSI, seraya menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air.













