Presiden Prabowo Merestui Direktorat Jenderal Pesantren, Hari Santri jadi Momentum Penguatan Pendidikan Agama

Editor: Usman
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:57 WIB
Presiden Prabowo Merestui Direktorat Jenderal Pesantren, Hari Santri jadi Momentum Penguatan Pendidikan Agama

astakom.com, Jakarta— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 1447 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai langkah konkret memperkuat dan melindungi pondok pesantren di seluruh Tanah Air.

Pesiden Prabowo Restui Dirjend Pesantren
“Saya menyampaikan bahwa saya telah merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren. Ini menunjukkan prioritas strategis pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” tutur Prabowo, dikutip Sabtu (25/10).

Ucapan tersebut disampaikan dalam video peringatan Hari Santri Nasional yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Dalam pesannya, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri, santriwati, kiai, nyai, dan keluarga besar pondok pesantren di Indonesia.

Baca Juga : Diplomasi Batik di Istana Merdeka: Momen Presiden Afrika Selatan dan Brasil Kenakan Batik Saat Dijamu Prabowo

“Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 1447 Hijriah. Di Hari Santri ini, kita mengenang semangat juang para santri yang dengan ilmu, iman, takwa, dan cinta tanah air turut merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo hargai Kontribusi Santri
Prabowo juga mengingatkan kembali bahwa kontribusi para santri dalam sejarah bangsa sangat besar. Ia mencontohkan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dipelopori KH Hasyim Asy’ari sebagai salah satu tonggak perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, semangat jihad yang digelorakan delapan dekade silam tetap relevan hingga kini, yakni menjaga keutuhan bangsa dengan ilmu dan keimanan.

“Kita tidak boleh lupa, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 atau 1367 Hijriah yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari merupakan tonggak penting dalam sejarah bangsa, sebuah perjalanan menuju Indonesia merdeka yang berdaulat dan bermartabat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” mencerminkan tekad santri masa kini untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa santri harus mampu menjadi bagian dari kemajuan global tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan, menguasai ilmu agama dan ilmu dunia, berakhlak, serta berdaya saing,” ucap Presiden.

Prabowo menutup pesannya dengan ajakan untuk meneguhkan tekad mengawal kemerdekaan menuju peradaban yang berkeadilan, berakhlak, dan bermartabat. Ia juga menyampaikan doa bagi seluruh santri, santriwati, kiai, dan nyai di seluruh penjuru negeri.

“Sekali lagi, Selamat Hari Santri Nasional 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT. senantiasa melindungi dan meridai para santri, santriwati, kiai, nyai, dan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.(Usm/aRSp)

Gen Z Takeaway 

Hari Santri kali ini jadi momen penting banget karena Presiden Prabowo resmi merestui pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag. Buat kita, ini artinya pesantren bukan cuma tempat ngaji, tapi ekosistem pendidikan yang diakui dan diperkuat negara. Dari Resolusi Jihad 1945 sampai santri masa kini, perannya selalu relevan: dulu jaga kemerdekaan, sekarang siap jadi pelopor kemajuan global tanpa kehilangan akar keislaman dan keindonesiaan. Santri bukan cuma penjaga moral, tapi juga future leader yang berdaya saing dunia

Direktorat Jenderal Pesantren Ditjen Pesantren Hari Santri Nasional Pondok Pesantren Prabowo Subianto Sejarah Hari Santri

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB