DPR Desak PSSI Cari Pelatih untuk Visi Jangka Panjang
astakom.com, Jakarta - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang membidangi kemitraan sektor olahraga (Menpora dan KONI) menyatakan sikap menghormati keputusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait perubahan besar di kursi kepelatihan Tim Nasional.
Keputusan yang dimaksud adalah pencopotan Patrick Kluivert dari jabatannya sebagai Pelatih Utama Skuad Garuda. Langkah ini merupakan hasil kebijakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Harapan Evaluasi yang Objektif
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, berharap keputusan pengakhiran kerja sama dengan Kluivert dilakukan melalui proses evaluasi yang objektif.
Ia mengutip, "Kami menghormati keputusan PSSI terkait pengakhiran kerja sama dengan Patrick Kluivert. Semoga keputusan ini diambil melalui evaluasi yang objektif serta menyeluruh," kata Hetifah.
Tuntutan Visi dan Sistem Pembinaan
DPR mendesak PSSI agar keberlanjutan program pasca-keputusan tersebut dibarengi dengan pembinaan yang lebih baik. Hal ini perlu dilakukan agar PSSI tidak hanya sekadar mengganti pelatih setiap kali target tidak tercapai.
Hetifah menekankan bahwa sosok pengganti harus berorientasi pada masa depan, bukan solusi instan. Ia secara tegas menuntut hal ini dengan mengatakan "Kita semua mendorong PSSI untuk terbuka kepada publik soal alasan dan arah ke depan, serta memastikan pengganti yang memiliki visi jangka panjang, bukan solusi jangka pendek,".
Meskipun terdapat kritik, Komisi X tetap memberikan apresiasi atas jasa dan kontribusi Kluivert, terutama dalam membawa Timnas menembus fase penting kualifikasi Piala Dunia, yang merupakan capaian historis.
Penutup, Hetifah menegaskan bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan kontinuitas dan pembangunan yang sistematis. Ia memastikan, "Dan kami di DPR akan terus mengawal agar transformasi sepak bola nasional tidak hanya bergantung pada figur, tetapi pada sistem dan tata kelola yang sehat,”. (aLv)













