Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Bongkar Korupsi, Berbagai Kasus Besar Kejagung Terungkap di Era Prabowo

ASATAKOM, Jakarta-Sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi besar yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. Berikut beberapa di antaranya:

1. Korupsi PT Pertamina – Kerugian Rp193,7 Triliun

Pada Februari 2025, Kejagung membongkar skandal tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) beserta subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023. Negara diperkirakan merugi hingga Rp193,7 triliun akibat praktik korupsi ini.

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk tiga direktur utama PT Pertamina:

Riva Siahaan (Dirut PT Pertamina Patra Niaga)

Sani Dinar Saifuddin (Dirut Optimasi Feedstock & Produk PT Kilang Pertamina Internasional)

Yoki Firnandi (Dirut PT Pertamina Internasional Shipping)

Modusnya, BBM dengan nilai oktan (RON) 90 dicampur (blending) menjadi RON 92, tetapi pembayaran dilakukan seolah-olah membeli RON 92, sehingga harga yang dibayarkan jauh lebih mahal. Selain itu, ada mark-up biaya pengiriman minyak mentah dengan fee ilegal 13-15%.

2. Korupsi Tata Niaga Timah – Kerugian Rp300 Triliun

Kejagung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap korupsi tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk periode 2015-2022. Negara mengalami kerugian fantastis hingga Rp300 triliun.

Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk para petinggi PT Timah Tbk. Beberapa yang sudah divonis adalah: Harvey Moeis (suami Sandra Dewi), Suparta, Reza Andriansyah

3. Skandal BLBI – Kerugian Rp138,44 Triliun

Saat krisis moneter 1997, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menggelontorkan dana Rp147,7 triliun untuk menyelamatkan 48 bank. Namun, dana tersebut tidak dikembalikan, menyebabkan kerugian negara Rp138,44 triliun. Upaya penagihan masih terus berlangsung hingga kini.

4. Penyerobotan Lahan oleh PT Duta Palma – Kerugian Rp78 Triliun

Pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi, terbukti menyerobot 37.000 hektare lahan hutan lindung di Riau dengan bantuan mantan Bupati Indragiri Hulu, R. Thamsir Rachman. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp78 triliun.

Surya Darmadi divonis 16 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti Rp2,2 triliun. Pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung ditolak.

5. Korupsi PT TPPI – Kerugian Rp37,8 Triliun

Kasus ini terkait pengolahan kondensat ilegal di kilang minyak PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, pada 2009-2011. Kerugian negara akibat skandal ini mencapai Rp37,8 triliun. Sejumlah pihak telah divonis bersalah.

Kasus Besar Lainnya

Selain lima kasus di atas, beberapa kasus korupsi lain yang juga mengakibatkan kerugian besar bagi negara antara lain:

Kasus PT AsabriKerugian Rp22,7 triliun

Kasus Jiwasraya – Kerugian Rp16,8 triliun

Kasus Ekspor Ilegal Minyak SawitKerugian Rp12 triliun

Kasus-kasus ini membuktikan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Kejagung terus melakukan penyelidikan dan penegakan hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat. (Ast1/BLK/Wan)

Feed Update

Mendadak Jokowi Datang Menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kediaman

astakom.com, Jakarta- Di informasikan beberapa saat lalu, Presiden RI ke-7 Joko Widodo datang menyambangi kediaman Presiden Ri ke-8 Prabowo Subianto. Pertemuan 2 Presiden dimasa...

Wow! Prabowo Target 3 Juta Rumah, Berpotensi Bikin Ekonomi Ngegas!

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto lagi semangat banget nih ngomongin soal rumah. Menurutnya, punya rumah layak itu bukan cuma kebutuhan dasar, tapi juga...

Prabowo Sebut Koruptor Nyolong 2–3 Triliun Tiap Tahun

astakom, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengaku sangat geram atas praktik korupsi di Indonesia yang merugikan bangsa. Hal itu Prabowo beberkan pada pidatonya...

LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan

astakom.com, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi menurunkan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam Rupiah di Bank Umum sebesar 25 basis poin (bps) menjadi...

Danang Wicaksana Minta Dana Keistimewaan DIY Dinaikkan

astakom.com, Jakarta – Anggota Badan Anggaran DPR RI, Danang Wicaksana, meminta agar Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinaikkan pada tahun anggaran 2026. Hal...

BEM UI Usul Pembentukan Tim Investigasi Dugaan Makar, DPR Sebut Itu Tupoksi Pemerintah Namun Siap Kawal

astakom.com, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa dari Universitas Indonesia (BEM UI) menuntut adanya pembentukan tim investigasi independen terkait aksi unjuk rasa, khususnya mengenai dugaan...