Password dan OTP Jangan Sampai Bocor, BI Spill Tips Aman Bertransaksi Digital
astakom.com, Jakarta – Transaksi digital memang bikin banyak urusan jadi lebih praktis. Mulai dari belanja online, membayar tagihan, sampai mengirim uang bisa dilakukan hanya lewat ponsel. Namun, kemudahan ini juga perlu dibarengi kewaspadaan, terutama saat menjaga informasi rahasia yang terhubung dengan akun keuangan.
Melansir dari panduan resmi pelindungan konsumen Bank Indonesia (BI) tentang keamanan transaksi digital, dikutip pada Minggu (08/11/2026), masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi dan kode keamanan, seperti PIN, password, kode CVV/CVC, serta One Time Password (OTP).
Informasi tersebut bukan sekadar deretan angka atau kata sandi biasa. Jika jatuh ke tangan yang salah, data itu berpotensi disalahgunakan untuk mengakses layanan keuangan dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik akun.
PIN dan OTP bukan untuk dibagikan
Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari saat bertransaksi digital adalah memberikan kode keamanan kepada orang lain. BI mengingatkan bahwa PIN, password, dan OTP harus tetap menjadi informasi rahasia milik pengguna.
Bahkan, masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas atau perwakilan penyelenggara layanan pembayaran, lalu meminta informasi rahasia tersebut.
Selain itu, penggunaan password juga perlu diperhatikan. BI menyarankan masyarakat membuat kombinasi kata sandi yang unik dan tidak mudah ditebak.
Hindari menggunakan informasi yang gampang diketahui orang lain, seperti tanggal lahir atau nama pribadi. Dengan begitu, akses ke akun digital tidak mudah diterka oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jangan asal klik tautan dan unduh aplikasi
Selain menjaga kode keamanan, pengguna juga perlu lebih selektif ketika menerima pesan berisi tautan atau file dari nomor yang tidak dikenal.
BI mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengeklik tautan, membuka file, maupun mengunduh aplikasi dari sumber yang mencurigakan. Apalagi jika pesan tersebut menawarkan hadiah atau meminta pengguna memasukkan data pribadi.
Modus seperti ini bisa berkaitan dengan phishing, yaitu upaya menipu pengguna agar menyerahkan informasi rahasia melalui tautan atau halaman yang dibuat menyerupai layanan resmi.
BI juga menyarankan masyarakat memastikan situs yang digunakan untuk transaksi merupakan situs resmi dan memperhatikan keamanan halaman sebelum memasukkan informasi pribadi.
Jadi, kalau tiba-tiba ada pesan berisi hadiah dengan tautan yang meminta PIN atau password, jangan buru-buru percaya. Cek dulu kebenarannya melalui kanal resmi.
Temukan transaksi mencurigakan? segera bertindak
Kewaspadaan juga perlu dilakukan setelah transaksi selesai. BI mengingatkan konsumen agar tidak mengabaikan notifikasi pembayaran yang masuk ke perangkat.
Jika menemukan transaksi yang tidak pernah dilakukan, segera hubungi penyelenggara layanan melalui contact center resmi untuk mendapatkan penanganan.
Masyarakat juga dianjurkan mengamankan akun dan melakukan pemblokiran apabila terdapat aktivitas mencurigakan. Jangan menunda tindakan ketika ada indikasi penyalahgunaan akses keuangan.
Selain itu, pastikan informasi kontak layanan pelanggan diperoleh dari situs atau akun resmi penyelenggara, bukan dari nomor yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal.
Keamanan digital dimulai dari kebiasaan kecil
Menjaga keamanan transaksi digital bukan hanya soal teknologi yang digunakan penyedia layanan, tetapi juga kebiasaan penggunanya dalam melindungi informasi pribadi.
Karena itu, membaca notifikasi transaksi, menggunakan password yang kuat, serta tidak membagikan kode keamanan menjadi langkah sederhana yang perlu diterapkan setiap kali menggunakan layanan pembayaran digital. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Transaksi digital memang praktis, tetapi jangan sampai kemudahannya bikin kita lengah. Ingat, PIN, password, dan kode OTP bukan informasi yang boleh dibagikan sembarangan, bahkan kepada orang yang mengaku sebagai petugas resmi. Jangan asal klik tautan, jangan mudah tergiur hadiah, dan selalu cek aktivitas rekening. Yuk, jadi pengguna digital yang lebih cerdas dan jangan kasih celah buat penipuan!








