Helikopter Water Bombing Kecelakaan di Sungai Barito, Dua Pilot Selamat dan Satu HLO Masih Dicari

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 8 November 2026 | 20:23 WIB
Helikopter Water Bombing Kecelakaan di Sungai Barito, Dua Pilot Selamat dan Satu HLO Masih Dicari
Helikopter Caracal TNI AU membawa air dalam misi water bombing dari helipad Lanud Sugiri Sukani, Majalengka, Jumat (23/10/2026)/ Ilustrasi. [Dok. Lanud Sugiri Sukani]

astakom.com, Jakarta – Misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan diwarnai kecelakaan helikopter yang tengah menjalankan kegiatan water bombing. Helikopter jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 dengan registrasi VH-HGM dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan Sungai Barito, Banjarmasin, Minggu (08/11/2026).

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com pada Minggu (08/11/2026), insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.56 WIB ketika helikopter sedang melakukan pengambilan air untuk mendukung pemadaman karhutla.

Dalam penerbangan tersebut, terdapat tiga personel di dalam helikopter, terdiri atas dua pilot dan satu Helicopter Landing Officer (HLO). Dua pilot dilaporkan selamat, sedangkan satu personel HLO hingga informasi tersebut disampaikan masih dalam proses pencarian.

Kemenhub koordinasikan penanganan kecelakaan

Helikopter VH-HGM diketahui dioperasikan untuk mendukung misi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Menindaklanjuti kejadian itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub melakukan koordinasi melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara serta Otoritas Bandar Udara Wilayah III.

Koordinasi tersebut melibatkan pihak operator, BNPB, dan instansi terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penanganan insiden sekaligus memperoleh perkembangan terbaru mengenai pencarian personel yang belum ditemukan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan bahwa pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan menjadi salah satu prioritas penanganan saat ini.

“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan penanganan kejadian berjalan dengan baik, khususnya mendukung upaya pencarian terhadap satu personel yang belum ditemukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sekaligus menyiapkan langkah pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara,” ujar Lukman.

Pemeriksaan teknis helikopter disiapkan

Di samping mendukung proses penanganan kecelakaan, Kemenhub juga menyiapkan langkah pemeriksaan awal untuk menelusuri aspek teknis penerbangan.

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara akan mengumpulkan berbagai data serta informasi teknis sesuai dengan kewenangan Ditjen Hubud.

Sementara itu, Otoritas Bandar Udara Wilayah III terus memantau perkembangan kejadian. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah melalui proses koordinasi dan verifikasi. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Kecelakaan helikopter VH-HGM terjadi ketika pesawat sedang mengambil air untuk kegiatan water bombing karhutla di Sungai Barito, Banjarmasin. Dua pilot berhasil selamat, sementara satu personel HLO masih dicari. Hingga keterangan resmi Kemenhub pada 8 November 2026, penyebab kecelakaan belum dijelaskan dan pemeriksaan awal dari aspek penerbangan masih disiapkan.

Helikopter Kecelakaan Helikopter Eurocopter EC225LP Super Puma II+ Kecelakaan helikopter VH-HGM

Infografis

Terkini