Arab Saudi Sikat Makelar Haji, Kemenhaj RI Auto Support Gaspol Pengawasan

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 8 November 2026 | 20:07 WIB
Arab Saudi Sikat Makelar Haji, Kemenhaj RI Auto Support Gaspol Pengawasan
Arab Saudi Sikat Makelar Haji, Kemenhaj RI Auto Support Gaspol Pengawasan [Kemenhaj]

astakom.com, Jakarta –Pemerintah Arab Saudi baru aja ambil langkah super tegas buat ngerazia dan memberantas para perantara alias makelar ilegal di pengadaan layanan haji. Langkah berani ini langsung dapet sambutan super hangat dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia. Komitmen ini selaras banget sama misi pemerintah Indonesia yang mau bersih-bersih penyelenggaraan haji dari aksi percaloan, biar semua pengadaan berjalan transparan, akuntabel, dan beneran memprioritaskan kenyamanan jemaah.

Sikat Makelar

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan kalau ketegasan otoritas Arab Saudi ini emang udah ditunggu-tunggu dan jadi momentum super penting buat benah-benah total.

"Kami menyambut baik surat edaran yang disampaikan oleh Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah terkait sikap tegas pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memantau dan melarang keras praktik-praktik makelar atau percaluan dalam proses pengadaan pelayanan haji di Arab Saudi,” tutur Wamenhaj dikutip oleh astakom pada Minggu (08/11/2026).

Wamenhaj ngejelasin kalau ketegasan ini pas banget sama arahan Presiden Prabowo Subianto. Poin utamanya jelas, pengadaan layanan haji baik yang dieksekusi di Arab Saudi maupun di dalam negeri harus bersih 100% dari hustle gelap para makelar dan calo. Kemenhaj pun udah siap side-by-side bareng pemerintah Saudi demi ngawal prosesnya.

Tindak komisi

Lewat surat resminya, Kerajaan Arab Saudi wanti-wanti banget soal pentingnya menjaga integritas dan keabsahan kontrak bareng provider layanan. Segala bentuk pemaksaan via perantara, iming-iming hadiah barang, sampai komisi finansial yang dibungkus alibi biaya pemasaran wajib ditindak tegas. Praktik red flag kayak gitu cuma bakal bikin tarif paket melambung tinggi tanpa ada peningkatan kualitas servis buat jemaah. Makanya, semua tahapan pengadaan dan penandatanganan kontrak wajib hukumnya tunduk sama aturan yang berlaku.

“Kami bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentu akan bekerja sama untuk memastikan semua proses pengadaan perhajian, terutama yang akan berlangsung di Arab Saudi dan kemudian juga di Indonesia, dapat berjalan dengan cara-cara yang bersih,” jelasnya.

Gerakan bongkar

Bukan cuma janji manis, Kemenhaj udah menginisiasi gerakan tajam bertajuk Bongkar Mafia Haji dan Umrah. Wamenhaj ngebocorin kalau persiapan buat pengadaan layanan haji 2027 di Arab Saudi bakal langsung digas dalam waktu dekat. Tim pengadaan siap diluncurkan ke tanah suci buat berkoordinasi langsung sama para provider resmi.

Gak cuma main di ranah internal, Wamenhaj juga ngajak seluruh lapisan masyarakat buat ikutan spill dan ngawasi jalannya proses ini. Siapa pun yang nemuin kecurangan atau indikasi percaloan disuruh jangan ragu buat lapor.

“Kami berharap ada partisipasi publik untuk turut mengawasi proses-proses persiapan pengadaan di sana dan melaporkan apabila ditemukan kecurangan, praktik makelar, praktik percaluan, dan sebagainya,” jelas Wamenhaj.

Pengawasan ketat

Otoritas Arab Saudi juga udah ngasih peringatan no mercy. Siapa pun yang nekat melanggar, termasuk pihak-pihak yang main belakang, ngebantu, atau nyoba menutup-nutupi praktik makelar ini bakal disikat habis sesuai hukum yang berlaku. Senada dengan hal itu, Kemenhaj makin memperketat pengawasan internal biar seluruh jajaran tetap jaga integritas dan gak ada yang nyalahgunain wewenang.

Kolaborasi ketat ini diharapkan bisa jadi milestone penting dalam perbaikan ekosistem pelayanan haji 2027. Intinya, seluruh proses pengadaan wajib strictly berorientasi pada kemaslahatan jemaah, biar tiap rupiah dana yang disetor jemaah bener-bener balik dalam bentuk pelayanan yang layak, aman, dan top tier. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Langkah tegas Arab Saudi dan Kemenhaj RI buat ngebabat habis praktik makelar layanan haji ini jadi angin segar buat transparansi pengadaan ibadah ke Tanah Suci. Kolaborasi berskala internasional sampai gerakan internal kayak "Bongkar Mafia Haji dan Umrah" buktiin kalau pemerintah gak main-main dalam ngejamin tiap rupiah dana jemaah kembali jadi fasilitas yang aman, layak, dan top tier. Buat publik, ini juga momentum penting buat ikut spill dan ngawasi langsung jalannya proses pengadaan demi ekosistem pelayanan haji 2027 yang bebas calo.

Arab Saudi Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj Haji 2027

Infografis

Terkini