Presiden Prabowo Bakal Resmikan 1.413 Titik Listrik Desa, Bahlil Kejar Pemerataan Energi
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal meresmikan program listrik desa di 1.413 titik dalam waktu dekat ini. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk makin memperluas serta meratakan akses energi ke berbagai pelosok Tanah Air.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, ngespill kalau persoalan ketimpangan akses energi masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. Menurutnya, sampai saat ini masih ada hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum tersentuh aliran listrik sama sekali.
“Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini,” kata Bahlil kepada awak media usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Ikhtiar terus menyala sampai pelosok
Bahlil menerangkan bahwa 1.413 titik itu sebenarnya merupakan bagian dari program listrik desa buat tahun anggaran 2025. Pemerintah terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur kelistrikan supaya warga yang ada di kawasan pelosok nggak lagi tertinggal dan bisa menikmati fasilitas dasar yang layak.
Upaya ini nggak sekadar menyalakan lampu di malam hari, melainkan juga demi menggerakkan roda perekonomian warga desa agar kehidupan mereka bisa lebih produktif.
Ekosistem EV makin menyala
Bukan cuma soal penerangan di desa, pertemuan Bahlil dengan Presiden Prabowo tersebut juga membahas perkembangan signifikan di industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Bahlil melaporkan kemajuan dan progress proyek pembangunan pabrik baterai EV hasil kolaborasi raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam (ANTM).
Fasilitas produksi yang peletakan batu pertamanya (groundbreaking) dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo setahun lalu itu rupanya sudah memasuki tahap manufaktur dan siap diresmikan secara resmi. Jadi pabrik itu udah mulai berproduksi.
“Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi,” katanya.
Indonesia siap jadi main character hilirisasi global
Bahlil memaparkan bahwa saat ini Indonesia sudah mengamankan tiga fasilitas produksi baterai EV berskala besar. Ketiga fasilitas tersebut mencakup pabrik punya Hyundai, pabrik berteknologi tinggi di Halmahera yang disokong investasi Tiongkok, serta fasilitas hasil kerja sama strategis antara CATL dan Antam.
Integrasi ini dirancang supaya rantai pasok industri baterai nasional terbentuk secara utuh dari hulu ke hilir yang terintegrasi, mulai dari penambangan bijih nikel, pengolahan mineral terpadu, hingga perakitan sel baterai siap pakai.
“Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” kata Bahlil.
Langkah masif ini mempertegas posisi Indonesia yang tak lagi cuma jadi penonton, melainkan pemain kunci dalam rantai pasok energi hijau global. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah makin gaspol memperluas akses energi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri kendaraan listrik global. Presiden Prabowo bakal meresmikan program listrik desa di 1.413 titik untuk mempercepat pemerataan energi hingga pelosok. Di sisi lain, proyek pabrik baterai EV hasil kolaborasi CATL dan Antam sudah mulai berproduksi dan siap diresmikan. Dengan tiga fasilitas produksi baterai berskala besar, Indonesia makin serius membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Artinya, Indonesia bukan cuma ingin menerangi desa, tetapi juga naik kelas menjadi pemain penting dalam rantai pasok energi hijau dunia.









