Duh, Harga Gula Pasir di Maluku-Papua Meroket 22% di Atas Acuan Pemerintah!

Editor: Anri Syaiful
Senin, 26 Oktober 2026 | 16:04 WIB
Duh, Harga Gula Pasir di Maluku-Papua Meroket 22% di Atas Acuan Pemerintah!
Duh, Harga Gula Pasir di Maluku-Papua Meroket 22% di Atas Acuan Pemerintah! [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Kabar kurang enak kembali datang buat kantong masyarakat, terutama yang berdomisili di Indonesia Timur. Masuk pekan keempat Oktober 2026, lonjakan harga bahan pokok kembali jadi sorotan hangat. Kali ini, giliran komoditas manis bernama gula pasir yang harganya makin gak ramah di kantong warga wilayah Maluku dan Papua.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), lonjakan ini bukan sekadar kenaikan biasa, melainkan sudah melampaui batas harga acuan yang sebelumnya ditargetkan pemerintah. Fenomena ini tentu bikin resah warga setempat yang harus merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Spill data Kemendag: Maluku-Papua paling off-limit!

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, membeberkan gambaran gamblang soal ketimpangan harga bahan pokok ini. Menurut catatannya, rata-rata harga gula pasir di Maluku dan Papua sudah tembus ke angka Rp22.632 per kilogram. Angka ini secara drastis melonjak sebesar 22,33 persen jika dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga acuan yang sudah ditetapkan sebesar Rp18.500 per kilogram.

Namun, drama lonjakan harga gula pasir ini rupanya gak cuma terjadi di kawasan Indonesia Timur saja. Nawandaru menyebutkan bahwa wilayah non-Maluku dan Papua juga ikut merangkak naik, meskipun angkanya gak se-ekstrem di timur. Di wilayah non-Maluku dan Papua, rata-rata harga gula pasir menyentuh Rp18.292 per kilogram. Angka tersebut tercatat 4,5 persen lebih tinggi ketimbang ketetapan harga acuan pemerintah yang dipatok di Rp17.500 per kilogram.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa tren kenaikan ini terus berlanjut tanpa pertanda bakal surut dalam waktu dekat.

"Untuk perkembangan harga gula pasir di wilayah Maluku Papua ini tercatat sudah mencapai harga Rp22.632 per kilogram di mana untuk harga acuan yang ditetapkan ini sebesar Rp18.500 dan ini memang tercatat kenaikannya sebesar 22,33 persen," kata Nawandaru dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Intip jurang ketimpangan: Dari DIY yang murah meriah sampai Papua Pegunungan yang bikin kaget!

Jika dibongkar lebih mendalam per wilayah, disparitas atau perbedaan harga antar-daerah di Indonesia terpantau sangat jomplang. Kondisi geografis serta kelancaran alur distribusi diduga kuat jadi penyebab utama mengapa harga gula bisa sangat variatif di tiap provinsi.

Untuk kawasan non-Maluku dan Papua:

  • Harga Terendah: Berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil menekan harga di angka Rp16.621 per kilogram.
  • Harga Tertinggi: Berada di Sulawesi Tengah yang mencapai Rp20.031 per kilogram.

Sementara itu, cerita di kawasan Maluku dan Papua jauh lebih menguras kantong:

  • Harga Terendah: Berada di Maluku Utara yang mencatatkan harga sebesar Rp19.700 per kilogram.
  • Harga Tertinggi: Dipegang oleh Papua Pegunungan dengan angka bombastis menembus Rp33.125 per kilogram!

Perbedaan harga yang terbilang terjal ini menegaskan tantangan besar dalam pemenuhan pasokan pangan secara merata di seluruh pelosok Tanah Air, terutama di kawasan yang sulit dijangkau.

Rencana aksi pemerintah: Bulog, ID FOOD, dan CGP siap turun gunung?

Menanggapi kondisi pasar yang kian bergejolak, pihak Kemendag sudah menyiapkan sederet langkah strategis untuk meredam inflasi dan menekan harga gula pasir agar kembali stabil. Nawandaru menegaskan bahwa salah satu solusi cepat yang harus segera dieksekusi adalah pelibatan aktif BUMN Pangan, yaitu Perum Bulog dan ID FOOD. Kedua institusi ini diharapkan bisa segera menggelar penyaluran gula pasir secara massif dengan berpatokan ketat pada regulasi harga pemerintah.

Bukan cuma menyalurkan pasokan, pemerintah juga disarankan untuk memperkuat fasilitas bantuan distribusi logistik. Intervensi ini diprioritaskan untuk daerah-daerah yang mencatatkan lonjakan harga paling parah, khususnya kawasan Indonesia Timur serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah krusial lainnya yang sangat didorong oleh Kemendag adalah optimalisasi penyelenggaraan Cadangan Gula Pemerintah (CGP). Stok cadangan ini harus segera dialokasikan secara akurat ke wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah kenaikan harga.

"Kami mengharapkan dengan adanya kondisi saat ini, perlu juga dilakukan optimalisasi penyelenggaraan cadangan gula pemerintah melalui CGP dengan prioritas dan juga intervensinya adalah pemanfaatan cadangan gula pemerintah tersebut ke wilayah-wilayah yang utamanya masih mengalami kenaikan yang tinggi," imbuh Nawandaru.

Langkah tegas dan kolaborasi lintas lembaga kini sangat dinantikan publik agar stabilitas harga pangan segera terwujud, sehingga masyarakat di seluruh kawasan Nusantara bisa menikmati harga gula pasir yang lebih adil dan terjangkau. (aNs)

Gen Z Takeaway

Spill data dari Kemendag, harga gula pasir di Maluku dan Papua mendadak bikin jantungan karena tembus Rp22.632 per kilogram atau melesat 22,33 persen di atas harga acuan pemerintah. Masalah makin pelik karena disparitas harga terasa banget, di mana Papua Pegunungan jadi wilayah terparah yang nyentuh angka Rp33.125 per kilogaram, sementara pemerintah lewat BUMN pangan dan optimalisasi Cadangan Gula Pemerintah (CGP) didesak gercep turun tangan buat intervensi distribusi biar kantong warga gak makin jebol.

harga gula pasir Gula Pasir Cadangan Gula Pemerintah HET Gula Pasir Kemendag

Infografis

Terkini