Trump Pilih Stop Targetkan Pemimpin Iran: Bingung Mau Negosiasi Sama Siapa, Jajarannya Abis

Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 26 Oktober 2026 | 17:08 WIB
Trump Pilih Stop Targetkan Pemimpin Iran: Bingung Mau Negosiasi Sama Siapa, Jajarannya Abis
AS Baper! Mau Tarik Diri dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) (Astakom / Tangkapan Layar Instagram @realdonaldtrump)

astakom.com, Jakarta - Isu ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas lewat penyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump. Saat berbicara dalam gelaran kampanye di Georgia pada Sabtu lalu, Trump secara blak-blakan bilang kalau dirinya perlu menghentikan aksi penyerangan terhadap para pemimpin Iran.

Alasan di baliknya, Trump mengaku ingin tahu siapa sosok definitif dari pihak Teheran yang saat ini bisa diajak berunding oleh Washington.

“Saya harus berhenti membunuh para pemimpin Iran,” kata Trump saat berpidato dalam kampanyenya di Georgia, Sabtu. Ia kemudian menambahkan alasannya, “karena saya meyakini harus mencari tahu dengan siapa sebenarnya kami sedang berunding.” Dikutip Anadolu, Senin (26/10/2026).

Klaim lumpuhkan kepemimpinan dan militer Iran

Dalam pidatonya, Trump menggambarkan kondisi militer serta hierarki kepemimpinan Iran yang disebutnya telah mengalami kejatuhan parah pasca-serangan dari pihak Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa kekuatan tempur utama hingga para pejabat tinggi di Teheran sudah lumpuh total akibat rentetan aksi militer yang dilancarkan AS.

“Mereka tidak punya pesawat, tidak punya kapal, tidak punya apa-apa, tidak punya pemimpin. Pemimpin tingkat satu sudah tidak ada, pemimpin tingkat dua juga sudah tidak ada,” ujar Trump menggambarkan situasi tersebut.

Pembelaan seputar keputusan keluar dari JCPOA

Tak hanya membahas soal pemogokan kepemimpinan Iran, Trump juga pasang badan membela keputusannya pada 2018 silam saat mengakhiri kesepakatan nuklir Iran (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) yang digagas pada era Presiden Barack Obama. Menurutnya, langkah pembatalan tersebut sudah sangat tepat demi menyumbat akses Teheran dalam mengembangkan senjata pemusnah massal.

“Saya mengakhiri salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) milik Barack Hussein Obama, atau yang oleh sebagian orang disebut kesepakatan nuklir Iran, yang merupakan jalan bagi Iran menuju senjata nuklir. Untungnya, saya mengakhirinya tepat pada waktunya,” kata Trump.

Operasi militer pemusnah fasilitas nuklir

Lebih lanjut, Trump memamerkan keberhasilan dua operasi militer AS, yaitu Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury, yang diklaim telah meratakan fasilitas pengayaan nuklir milik Iran. Operasi tersebut masing-masing dieksekusi pada tahun 2025 serta rentang Februari hingga Mei tahun ini.

Trump menegaskan bahwa AS telah unggul di berbagai sektor dari Iran, mulai dari aspek kekuatan militer hingga sektor finansial. Kendati demikian, ia tetap menekankan posisi tegas AS yang menutup pintu rapat-rapat bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir.

“Kami telah memusnahkan kemampuan pengayaan nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Fury,” tegasnya. “Kami telah mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan dalam berbagai hal lainnya. Kami harus memastikan bahwa mereka tidak akan pernah, tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” pungkas Trump. (RaM)

Gen Z Takeaway

Drama politik luar negeri makin unpredictable! Presiden AS Donald Trump baru aja bikin statement heboh kalau dia mau ngerem aksi eliminasi jajaran pemimpin Iran, simpelnya biar tau siapa lawan bicara yang tersisa buat diajak diplomatic chat. Usai pamer keberhasilan Operation Midnight Hammer dan Operation Epic Furyyang diklaim bikin kekuatan militer dan fasilitas nuklir Iran melorot habis, Trump tetap konsisten ngasih garis keras: Teheran fix enggak bakal dikasih access sama sekali buat ngebangun senjata nuklir.

Donald Trump Pemilu Amerika Serikat iran Iran AS iran israel

Infografis

Terkini