Jangan Cuma Ikut Tren! Ini 7 Tips Investasi Saham bagi Investor Pemula

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:02 WIB
Jangan Cuma Ikut Tren! Ini 7 Tips Investasi Saham bagi Investor Pemula
Jangan Cuma Ikut Tren! Ini 7 Tips Investasi Saham bagi Investor Pemula (Dok. Pexel)

astakom.com, Jakarta - Kabar IHSG lagi drop atau saham-saham Indonesia yang nilainya lagi 'murah' sering bikin orang ragu. Padahal, situasi saat ini justru jadi momen emas buat mulai mengamankan masa depan.

Bahkan, Danantara juga menyuarakan hal senada, situasi pasar saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk berinvestasi saham buat jangka panjang.

Untuk mencapai financial freedom, investasi saham memang jadi salah satu jalur paling populer. Di era serba digital, aplikasi trading yang makin menjamur bikin siapa saja dari yang muda sampai tua bisa coba peruntungan di pasar modal.

Potensi keuntungan tinggi dalam waktu relatif singkat jelas menggoda. Namun, ingat hukum alamnya, high risk, high return. Sebelum terjun dan asal FOMO, tips investasi buat pemula yang dikutip dari laman Kementerian Keuangan biar investasi kamu makin cuan dan nggak salah langkah!

1. Upgrade ilmu saham dulu, jangan asal nyemplung

Jangan ragu buat belajar. Pelajari  dulu jenis, risiko, dan return dari instrumen investasimu (saham) sebelum kamu melangkah lebih jauh lagi. Pahami ilmu dasar mengenai investasi saham serta istilah-istilah teknis yang mungkin akan sering muncul.

Kamu bisa riset lewat buku, media sosial, atau video edukasi di internet. Berdiskusi bareng komunitas atau praktisi yang sudah berpengalaman juga bakal bikin pemahamanmu makin tajam.

2. Pilih sekuritas yang legit dan pas di kantong

Sekarang ini udah banyak perusahaan sekuritas yang menjual jasanya untuk membantumu memulai kegiatan jual beli saham. Jangan cuma tergiur oleh biaya transaksi yang murah, tapi pertimbangkan juga kualitas layanannya. Menariknya, sekarang dengan modal mulai dari seratus ribu rupiah saja, kamu sudah bisa membuka rekening saham. Jika kamu mau menggunakan aplikasi trading, pastikan menggunakan aplikasi yang telah disetujui OJK dan memiliki rekam jejak yang baik agar dana kamu tetap aman.

3. Pakai idle cash, jangan modal pinjol!

Trading saham memang menawarkan hasil manis, tapi risikonya juga tinggi. Prinsip utama money management adalah selalu pake uang dingin artinya uang yang dipakai tidak akan mengganggu anggaran kebutuhan pokok atau pos prioritas lainnya. Hindari juga menggunakan utang. Kalau dananya sudah siap, mulailah secara bertahap dengan modal kecil terlebih dahulu (dollar-cost averaging), bukan langsung all-in atau one go. Cara ini bikin kamu lebih paham dinamika pasar sekaligus meminimalkan risiko.

4. Bikin trading plan yang jelas dan stick to the plan

Perencanaan perdagangan saham sangat penting bagi para trader dalam melakukan jual beli saham di Bursa Efek. Rencana trading itu meliputi beberapa hal seperti daftar saham untuk trading, titik entry (kapan harus membeli), titik exit (kapan harus menjual), serta titik cut loss (sampai batas mana ketika harga saham turun untuk kemudian dijual). Setelah trading plan dibuat, kamu harus disiplin menjalankannya. Jangan ambil keputusan cuma berdasarkan emosi. Kedisiplinan inilah yang bakal membawa return maksimal.

5. Koleksi saham blue chip yang fundamentalnya solid

Jangan malas untuk mencari informasi tentang saham yang akan kamu beli. Bagaimana kualitas sahamnya, track record perusahaan, laporan keuangannya, dan berbagai aspek lainnya. Untuk pemula, memantau indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat membantu.

Buat pemula akan lebih aman jika kamu memilih saham di indeks IDX30 dan LQ45, karena saham pada indeks tersebut memiliki fundamental perusahaan yang baik dan memiliki likuiditas yang cukup tinggi, atau biasa juga disebut blue chip. Biar portofoliomu aman dari guncangan, lakukan diversifikasi dengan membeli saham dari beberapa sektor yang berbeda.  

6. Asah kemampuan analisis, biar nggak cuma FOMO

Makin sering memantau pasar, kamu akan makin terbiasa dengan grafik yang naik turun. Tapi ingat, trading saham itu butuh analisis mendalam, bukan cuma intuisi atau sekadar ikut-ikutan tren. Nilai saham suatu perusahaan bisa diprediksi dengan mempelajarinya. Caranya adalah dengan mempelajari laporan keuangan atau portofolio perusahaannya selama beberapa tahun terakhir, mengikuti perkembangan perusahaan melalui berita dan informasi terbaru. Dari data ini, kamu bisa memilih saham berpotensi yang bakal memberikan hasil maksimal.  

7. Tetap grounding: realistis dan kontrol emosi

Proses menuju financial freedom itu butuh waktu dan konsistensi, nggak ada yang instan. Selalu realistis dalam melakukan investasi. Jika kamu menetapkan ekspektasi yang terlalu tinggi, kamu akan cenderung terbawa emosi saat mengambil keputusan. Kesenangan yang berlebihan pada suatu perusahaan juga tidak baik. Tetap berpeganglah pada data dan informasi yang akurat dalam melakukan investasi.  

Itu beberapa tips berinvestasi saham buat pemula. Jangan terburu-buru untuk mencapai sesuatu. Lakukan semua hal dengan hati-hati dan penuh perhitungan agar hasil yang kamu raih dapat maksimal. Momen sekarang ini bisa jadi langkah awalmu buat mulai menyusun portofolio masa depan! (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

IHSG lagi turun bukan berarti kamu harus langsung panik atau buru-buru beli saham karena harganya terlihat murah. Danantara menilai kondisi pasar saat ini bisa menjadi peluang investasi jangka panjang, tetapi tetap perlu strategi yang matang. Buat pemula, kuncinya adalah upgrade ilmu saham, pilih sekuritas yang legal, gunakan uang dingin, dan susun trading plan yang jelas. Jangan asal FOMO mengejar cuan, ya! Pelajari fundamental perusahaan, diversifikasi portofolio, dan kontrol emosi supaya keputusan investasi lebih rasional. Ingat, financial freedom butuh proses, bukan hasil instan.

IHSG Saham Tips Keuangan tips investasi saham

Infografis

Terkini