Rekonstruksi Dusun Adat Sade Target Tuntas Akhir 2026, Vibes Budaya Dijamin Tetap Lestari!

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 18 Oktober 2026 | 18:35 WIB
Rekonstruksi Dusun Adat Sade Target Tuntas Akhir 2026, Vibes Budaya Dijamin Tetap Lestari!
Tim gabungan menggelar serangkaian pemeriksaan di lokasi, mencari petunjuk mengungkap penyebab kebakaran Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, NTB. [Dok. Divisi Humas Polri]

astakom.com, Jakarta – Dusun Adat Sade siap comeback lebih kuat! Pasca-musibah kebakaran yang melanda kawasan bersejarah di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada 22 Agustus 2026 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) tancap gas mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Targetnya pun enggak main-main: seluruh pengerjaan dipatok tuntas pada akhir tahun ini!

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Lalu Mohamad Faozal, mengungkapkan bahwa penanganan lokasi wisata budaya ini dilakukan lewat sinergi super solid antara pemerintah, dunia usaha, hingga warga setempat agar selesai sesuai target di akhir Desember 2026.

"Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Faozal di Mataram, Minggu (18/10/2026), dikutip astakom.com.

Aksi cepat & keren: Dimulai lewat Tradisi Nyemulak

Sejak hari pertama bencana, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri langsung turun tangan mengomandoi pemulihan. Proyek pembangunan kembali kawasan ikonik ini secara resmi dimulai sejak 3 September 2026 lewat prosesi adat Tradisi Nyemulak, yang ditandai dengan pemasangan tiang pertama untuk rumah adat dan Masjid Sade.

Bukan cuma itu, demi memastikan pengerjaan berjalan smooth dan terarah, Pemprov NTB sampai membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade via Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 sejak 26 Agustus 2026.

Progress update: Puluhan rumah adat mulai dibangun gotong royong

Perkembangan di lapangan tergolong cepat. Faozal membeberkan bahwa per 15 Oktober 2026, puluhan unit bangunan adat dan fasilitas umum sudah mulai berdiri kembali secara bertahap.

"Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan fasilitas bersama juga menjadi bagian dari perkembangan rekonstruksi, termasuk masjid dan museum. Namun, pekerjaan masih berlangsung dan kebutuhan lanjutan tetap perlu dipetakan sesuai kondisi setiap bangunan dan keluarga terdampak," kata Faozal.

Kolaborasi lintas sektor: Dari kementerian sampai komunitas full support!

Pemulihan Dusun Adat Sade jadi cerminan support system yang luar biasa. Di tingkat pusat, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) fokus menangani rekonstruksi fisik rumah adat dan penataan kawasan, sementara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyalurkan bantuan alat usaha buat para perajin tenun, non-tenun, dan pelaku UMKM lokal agar dapur mereka bisa ngebul lagi.

Di level daerah, kolaborasi Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, pihak desa, tokoh adat, serta ITDC yang merangkul BUMN di ekosistem Mandalika saling bahu-membahu. Berbagai perguruan tinggi, komunitas, hingga donatur swasta pun turut mengirimkan bantuan rekonstruksi dan sosial.

"Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi. Harapan kita pada akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan sehingga masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, kegiatan ekonomi pulih, dan identitas budaya Sade tetap lestari," katanya. (aNs)

Gen Z Takeaway

Pasca-musibah kebakaran yang melanda Dusun Adat Sade di Lombok Tengah pada 22 Agustus 2026 lalu, Pemprov NTB bareng kementerian, ITDC, dan warga setempat langsung tancap gas lewat Tradisi Nyemulak buat rebuild kawasan ikonik ini dengan target tuntas di akhir Desember 2026! Gak cuma sekadar bangun ulang 45 rumah adat, masjid, dan museum secara gotong royong, kolaborasi super solid ini juga nyalurin bantuan alat usaha buat para perajin tenun dan UMKM lokal biar roda ekonomi cepat pulih serta vibes warisan budaya Sade tetap terjaga dan lestari.

Dusun Adat Sade Rumah Adat Sade Pemprov NTB Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Lombok Tengah

Infografis

Terkini