Update Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, UMKM Kuasai 96,68% Merchant

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:04 WIB
Update Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, UMKM Kuasai 96,68% Merchant
Update Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun, UMKM Kuasai 96,68% Merchant (astakom/Bank Indonesia)

astakom.com, Jakarta - Pembayaran digital di Indonesia saat ini bener-bener jadi game changer buat gaya hidup kita sehari-hari. Gak bisa dipungkiri, cara kita bayar belanjaan sedikit-sedikit bergeser dari dompet tebal ke handphone yang praktis.

Update data terbaru sampe Juni 2026, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS nunjukin tren yang makin melejit tajam dan mendominasi kebiasaan finansial masyarakat. Sampai pertengahan tahun 2026 ini, jumlah pengguna QRIS tercatat sudah melesat hingga mencapai 65,77 juta orang, dengan total 44,86 juta merchant yang pakai metode scan QR.

Yang paling membanggakan, sekitar 96,68 persen dari jutaan merchant tersebut adalah para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Artinya, digitalisasi pembayaran ini bener-bener merata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh ekonomi kerakyatan, dari kafe estetik sampai pedagang kaki lima.

Total 12,55 miliar transaksi, nilainya Rp1,12 kuadriliun

Gak tanggung-tanggung, sepanjang Semester I-2026 saja, QRIS sukses mencatat rekor fantastis dengan total 12,55 miliar transaksi. Kalau ditarik ke angka rupiah, nilainya tembus sekitar Rp1,12 kuadriliun.

Angka ini meroket tajam hingga 93,92 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan yang masif ini ngebuktiin kalau masyarakat makin nyaman dan percaya sama sistem pembayaran digital.

Digitalisasi harus bikin ekonomi ngebut

Melihat tren yang positif ini, Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Edwin, ngasih pandangan strategis. Menurutnya, perkembangan digitalisasi gak boleh cuma berhenti di urusan transaksi kilat doang, tapi harus bener-bener jadi instrumen penggerak kemajuan ekonomi.

“Kita tidak lagi hanya berbicara tentang digitalisasi transaksi, tetapi juga tentang bagaimana konektivitas digital dapat menjadi penggerak produktivitas, perdagangan, investasi, inklusi dan daya saing ekonomi Indonesia,” kata Rizal Edwin yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia pada Rabu(30/09/2026).

Pernyataan ini menunjukkan kalau ekosistem digital Indonesia dirancang bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi kokoh untuk mendongkrak daya saing bangsa di kancah internasional.

QRIS Antarnegara

Salah satu kunci utama dari visi besar tersebut adalah lewat perluasan konektivitas pembayaran lintas negara atau QRIS Antarnegara. Saat ini, layanan ini gak cuma mandek di dalam negeri, tapi udah bisa dipakai buat transaksi instan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Bahkan, dalam waktu dekat jaringan ini bakal diperluas lagi menjangkau Hong Kong dan Timor-Leste. Adanya terobosan ini ngebuka jalan lebar buat UMKM lokal buat go international dan memperluas jangkauan pasar global dengan jauh lebih mudah tanpa ribet urusan tukar mata uang.

Tetap aman dan waspada

Meskipun ekonomi digital berkembang pesat dengan sistem yang sat-set, kita tentu gak boleh lengah dari sisi keamanan. Pemerintah dan otoritas terkait terus menekankan pentingnya penguatan perlindungan konsumen, tata kelola data yang aman, peningkatan literasi digital masyarakat, serta manajemen risiko yang solid.

Langkah-langkah preventif ini krusial banget buat mastiin kalau semua kemudahan teknologi canggih ini tetap bisa dinikmati secara aman, nyaman, dan berkelanjutan tanpa celah kejahatan siber. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

QRIS makin nggak kaleng-kaleng: sampai Semester I-2026, transaksinya tembus Rp1,12 kuadriliun dari 12,55 miliar transaksi, dengan 96,68% merchant berasal dari UMKM. Pengguna QRIS juga sudah mencapai 65,77 juta orang, sementara konektivitas antarnegara terus diperluas. Jadi, pembayaran digital bukan cuma soal bayar sat-set, tapi juga jadi jalan buat UMKM naik kelas dan ekonomi Indonesia makin terkoneksi.

QRIS QRIS Antarnegara transaksi QRIS UMKM Go Global UMKM Bank Indonesia (BI) Bank Indonesia

Infografis

Terkini