Sambut WCCE Ke-5 di Jakarta, Kemlu dan Kemenekraf Gencarkan Sosialisasi ke Negara Sahabat

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:35 WIB
Sambut WCCE Ke-5 di Jakarta, Kemlu dan Kemenekraf Gencarkan Sosialisasi ke Negara Sahabat
Sambut WCCE Ke-5 di Jakarta, Kemlu dan Kemenekraf Gencarkan Sosialisasi ke Negara Sahabat (Badan Komunikasi Pemerintah RI)

astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menggencarkan sosialisasi serta outreach ke negara-negara sahabat menjelang penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) Ke-5. Konferensi berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta.

"Kemlu telah berkoordinasi erat dengan seluruh kementerian dan juga seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri untuk melakukan sosialisasi dan juga melakukan outreach kepada negara-negara sahabat mengenai pentingnya kehadiran dan pentingnya nilai dari apa yang dihasilkan dari WCCE yang akan diselenggarakan tahun ini" tutur Plt Dirjen IDP Kemlu, Dubes Kama Pradita Isnomo kepada wartawan saat konferensi pers WCCE di gedung Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Kamis, (15/10/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kehadiran para pemimpin dunia, pemangku kepentingan, serta pelaku ekonomi kreatif mancanegara demi memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor diplomasi ekonomi kreatif global.

Incar Komitmen Global

Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Fadli Tri Hartono, menegaskan kalau sektor ekonomi kreatif memegang peranan krusial dalam arah kebijakan nasional. Pengembangan industri kreatif menjadi bagian integral dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat kewirausahaan, membuka lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal.

"Ekonomi kreatif mempunyai tempat penting dalam visi dari Presiden Prabowo Subianto. Pengembangan industri kreatif terbukti menjadi bagian dari asta cita. Tujuannya jelas, yaitu untuk memperkuat wirausaha, membuka lapangan kerja berkualitas, serta menambah nilai dari produk bangsa. Nilai tambah itu lahir dari inovasi, baik teknologi maupun budaya dan kekayaan intelektual," ujar Fadli Tri Hartono saat memberikan sambutan di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah pada Kamis, (15/10/2026).

Cetak Rekor PDB

Fadli membeberkan performa ekonomi kreatif yang terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,86% pada 2025 dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menembus lebih dari Rp1.700 triliun. Angka pertumbuhan tersebut sukses melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,9%.

"Pemerintah memandang ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kekuatan ini tumbuh dari daerah, dari tangan para kreator di seluruh Nusantara. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa ekonomi kreatif tumbuh 6,86% pada 2025 dengan nilai PDB lebih dari 1.700 triliun. Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,9%" paparnya.

Tak hanya itu, sektor ini tercatat menyerap hingga 27,4 juta tenaga kerja yang berarti hampir satu dari lima penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya dari industri kreatif. Sebagian besar dari para pelaku ekraf tersebut merupakan generasi muda dan perempuan. Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai 31,94 miliar dolar AS atau menyumbang sekitar 12% dari total ekspor non-migas nasional.

"BPS juga mencatat sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Artinya, hampir satu dari lima orang Indonesia yang hidup dari kreativitas. Mereka adalah pembatik, desainer, pengembang game, pembuat film, musisi, dan juga pelaku kuliner. Sebagian besar dari mereka adalah anak muda dan juga perempuan" jelasnya.

"Pada 2025, menurut Kementerian Ekonomi Kreatif, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 31,94 miliar dolar Amerika Serikat. Maka ini melampaui target dan menyumbang sekitar 12% ekspor non-migas nasional." Sambungnya

"Ini pertanda bahwa karya anak bangsa itu sudah dibeli dunia. Setiap karya yang terjual itu berarti penghasilan bagi keluarga di daerah" lanjutnya.

Payung Hukum Panjang

Keseriusan pemerintah dalam menggarap ekosistem kreatif diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045 yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 2 Juli 2026. Dokumen ini menjadi peta jalan jangka panjang dengan target kontribusi ekonomi kreatif mencapai 11% PDB pada tahun 2045.

"Arahnya sudah ditetapkan. Pada 2 Juli 2026, Presiden Prabowo menetapkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045"tegasnya.

"Dokumen ini tentu saja menjadi pedoman bersama kita ke depan. Targetnya, ekonomi kreatif menyumbang 11% produk domestik bruto pada 2045. Dengan pertajalan ini, pelaku ekonomi kreatif mendapat kepastian" paparnya.

Melalui regulasi ini, para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan kepastian hukum dan kepastian ekosistem, mulai dari pengembangan talenta, skema pembiayaan, akses pasar, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

"Mereka tahu negara serius membangun ekosistem dari talenta, pembiayaan, pasar, hingga perlindungan kekayaan intelektual. Bapak Ibu sekalian, WCCE lahir dari inisiatif Indonesia seperti tadi disampaikan, lahir di tahun 2018" tuturnya.

Panggung Kreatif Jakarta

Penyelenggaraan WCCE 2026 di Jakarta mengusung tema "Inclusive Creative Economy, Collective Opportunity". Setelah dua edisi sebelumnya sukses digelar di Bali, Jakarta kini menjadi tuan rumah konferensi utama. Salah satu luaran (output) terpenting yang ditargetkan dari ajang ini adalah penyusunan Jakarta Vision on Creative Economy, dokumen panduan yang akan menentukan arah agenda ekonomi kreatif dunia pasca-2030.

"Tahun ini, World Conference on Creative Economy akan berlangsung pada 21 sampai 23 Oktober 2026 di Jakarta. Setelah dua kali digelar di Bali, kini Jakarta menjadi tuan rumah. Temanya adalah Inclusive Creative Economy, Collective Opportunity dengan pesan kuat bahwa kreativitas harus inklusif dan berkelanjutan" ungkapnya kepada para wartawan.

"Salah satu keluaran pentingnya adalah Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini akan menjadi pijakan agenda ekonomi kreatif dunia setelah 2030. Nama Jakarta akan tercatat dalam arah pembangunan global. Itu sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kita bersama" jelasnya memaparkan.

Selain rangkaian sidang utama, WCCE 2026 juga diramaikan dengan gelaran Creative Images yang bertempat di kawasan SCBD, Jakarta, pada 21–25 Oktober 2026. Ajang ini dirancang khusus sebagai ruang pameran dan jejaring (networking) yang mempertemukan kreativitas potensi lokal secara langsung dengan para pembeli serta investor global.

"Selain itu, konferensi utama ada juga Creative Images di kawasan SCBD pada 21–25 Oktober. Di sana kreativitas lokal akan bertemu dengan peluang global. Badan Komunikasi Pemerintah akan mendukung penuh penyebaran informasi WCCE edisi-edisi ini"  ucapnya.

"Kami akan memastikan pesan-pesannya sampai ke masyarakat dengan bahasa yang tentunya mudah dipahami" lanjutnya.

Momen WCCE 2026 ini bertepatan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) pada 24 Oktober, sekaligus menandai dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pesan dan hasil kesepakatan WCCE dapat digaungkan secara luas kepada masyarakat.

"WCCE hadir di bulan yang istimewa, rangkaiannya beriringan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober. Konferensi ini juga digelar sesaat nanti setelah 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto" tuturnya menjelaskan.

"Kreativitas adalah kekuatan yang menyatukan kita. Dari kampung hingga panggung dunia, karya anak bangsa membawa nama Indonesia. Mari kita sukseskan World Conference on Creative Economy 2026 bersama-sama," tutup Fadli. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Industri kreatif di Indonesia bukan cuma soal gaya-gayaan, tapi beneran jadi mesin pencetak cuan nasional! Dengan kontribusi PDB nembus Rp1.700 triliun dan nyerap 27,4 juta pekerja—yang mayoritas anak muda—pemerintah makin serius all in lewat ajang internasional WCCE 2026 di Jakarta. Event ini jadi panggung besar buat pamerin karya lokal, narik investor global, sekaligus bikin kepastian karier anak kreatif makin secure sampai masa depan.

WCCE 2026 World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 World Conference on Creative Economy Kementerian Luar Negeri Kementerian Ekonomi Kreatif

Infografis

Terkini