Dua WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Saudi, Begini Kondisinya Sekarang!
astakom.com, Jakarta – Dua warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan mengalami luka ringan imbas serangan yang diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi pada Minggu (11/10/2026). Setelah sempat dilarikan ke fasilitas medis di kota Riyadh, kedua WNI tersebut sudah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2026). Pihak perwakilan diplomatik Indonesia menegaskan terus mengawal ketat kondisi para WNI sekaligus memantau dinamika keamanan di sana.
“Dua warga negara Indonesia mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026,” berdasarkan pernyataan Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh pada Rabu, (14/10/2026).
Kondisi korban
Sesaat usai kejadian, para korban langsung mendapat penanganan cepat di Rumah Sakit Sulaiman Habib wilayah Al Shahafah serta Rumah Sakit Al-Takhasusi di Riyadh. Setelah dipastikan aman oleh tim medis pascapemeriksaan, keduanya langsung diizinkan keluar rumah sakit.
Imbauan KBRI
KBRI Riyadh memastikan penanganan keselamatan warga Indonesia bakal terus jadi prioritas utama. WNI yang bermukim di sana pun diimbau ekstra hati-hati dan tak mendekati lokasi-lokasi rawan.
Masyarakat juga diminta selalu menuruti arahan otoritas lokal dan memantau pembaruan kabar dari kanal resmi pemerintah Arab Saudi maupun perwakilan RI.
“Kami mendesak seluruh warga negara Indonesia di Arab Saudi untuk menghindari daerah-daerah berisiko tinggi. Mereka juga harus mematuhi instruksi dari otoritas setempat dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh,”sebut pernyataan itu.
Langkah cepat
Eskalasi serangan kelompok Houthi diketahui sempat menyasar sejumlah titik bandara di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Merespons hal itu, KBRI Riyadh bergerak cepat melayangkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin (12/10/2026) guna memastikan ada tidaknya korban dari WNI.
Tak berhenti di situ, pada Selasa (13/10/2026), tim KBRI menyisir langsung data pasien di Rumah Sakit Mouwasat dan Rumah Sakit Riyadh.
Dari penelusuran tersebut, dipastikan tidak ada WNI lain yang menjadi korban dalam rangkaian insiden penyerangan tersebut. Langkah cepat ini jadi bentuk nyata perlindungan WNI di tengah situasi yang dinamis.
Stop bikin konten
Pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan sangat ketat terkait dokumentasi visual di area konflik. WNI diwajibkan menahan diri dari godaan merekam atau menyebarkan konten di media sosial secara sembarangan.
“Pemerintah Arab Saudi membatasi pengambilan dan penyebaran foto atau video insiden, termasuk informasi tentang lokasinya. Pelanggaran terhadap pembatasan ini dapat mengakibatkan sanksi berdasarkan hukum Arab Saudi yang berlaku,” sambung pernyataan itu.
KBRI mengingatkan agar WNI tak nekat mendokumentasikan momen pencegatan rudal, drone, maupun titik jatuhnya proyektil demi konten. Di tengah kondisi yang masih berkembang, keselamatan diri dan kepatuhan pada aturan lokal harus selalu diutamakan dibanding keinginan untuk sekadar spill informasi yang belum pasti. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Stay safe is number one, guys! Kalau lagi ada di area konflik atau situasi bahaya kayak gini, mending langsung prioritize safety daripada sibuk bikin konten atau sekadar mau spill video pencegatan drone/rudal demi views. Inget, aturan hukum di sana tegas banget soal dokumentasi visual, jadi jauhi lokasi rawan, ikuti instruksi otoritas lokal, dan pastikan cuma percayai update resmi dari KBRI biar nggak kebawa hoaks!









