Dorong Pemberdayaan Desa, Kemendes PDT Siap Kolaborasi Lintas K/L
astakom.com, Jakarta — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi erat dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas, serta kementerian/lembaga terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini ditujukan untuk mengawal terwujudnya target Indonesia Emas 2045 melalui strategi pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mendes Yandri Susanto dalam acara Dialog Nasional Pemberdayaan bertajuk "Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045" di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dua kunci utama: pemberdayaan dan pendampingan
Dalam pemaparannya, Mendes Yandri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa bertumpu pada dua kata kunci utama, yakni pemberdayaan dan pendampingan yang terarah. Langkah ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
"Kalau kita melakukan pemberdayaan tanpa pendampingan, maka program kita tidak akan maksimal. Sebaliknya, kalau hanya pendampingan tanpa pemberdayaan, masyarakat tidak akan bisa melakukan gerakannya secara mandiri. Tanpa ada pemberdayaan, kemiskinan tidak akan terpecahkan," ujar Mendes Yandri, dalam keterangan rilis resmi Kemendes.
Masyarakat desa jadi aktor utama pembangunan
Dengan populasi desa yang mencakup lebih dari 70 persen penduduk Indonesia, pembenahan SDM serta pengentasan daerah tertinggal menjadi prioritas mendesak. Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa masyarakat desa dari Aceh hingga Papua harus ditempatkan sebagai aktor utama pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat.
Senada dengan hal tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyebut bahwa strategi pemerintah kini berfokus pada investasi jangka panjang melalui pemberdayaan sektor produktif, ketimbang sekadar mengandalkan bantuan sosial yang bersifat instan.
"Semua orang harus mampu mandiri dan hidup berkualitas, setiap usaha mampu ekspansi naik kelas, serta kemiskinan diberantas di seluruh pelosok tanah air," tegas Menko Muhaimin. (ACwan/RaM)
Gen Z Takeaway
Membangun Indonesia Emas 2045 emang harus dimulai dari desa! Kemendes PDT bareng Kemenko PM dan Bappenas siap gerak bareng lewat strategi pemberdayaan plus pendampingan. Bukan sekadar bagi-bagi bansos instan, tapi bikin warga desa di seluruh pelosok Indonesia makin mandiri, berdaya, dan naik kelas. Sinergi yang krusial banget!









