Angin Segar Pendidikan, Menko PMK Sugiono Matangkan Skema Sekolah Gratis dari PAUD Sampai Kuliah
Reporter: Usman
astakom.com, Jakarta – Ada kabar angin segar nih buat ekosistem pendidikan di Tanah Air! Menko PMK Sugiono resmi finalizing skema kebijakan sekolah gratis yang bakalan mencakup jenjang PAUD sampai bangku perguruan tinggi. Langkah sat-set ini jadi bentuk tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto demi ngebuka akses belajar seluas-luasnya buat seluruh anak bangsa tanpa terkecuali.
Keputusan besar ini diracik lewat Rapat Tingkat Menteri yang dihadiri Mendasmen Abdul Mu’ti, Mendikti Saintek Brian Yuliarto, dan Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026).
3 Klaster utama: sekolah negeri, swasta, sampai area 3T siap direkrut
Biar aksinya bener-bener agile dan tepat sasaran, Menko PMK membagi strategi perluasan akses pendidikan ini ke dalam tiga klaster utama. Nggak cuma membebaskan biaya di sekolah negeri secara bertahap, pemerintah juga merespons putusan Mahkamah Konstitusi buat merangkul murid-murid di sekolah swasta serta lembaga pendidikan keagamaan. Nggak ketinggalan, anak-anak di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) juga dapet porsi perhatian khusus biar hak belajarnya makin terjamin.
“Pendidikan gratis ini adalah wujud komitmen kita untuk memberikan keadilan dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa. Agar tidak ada lagi anak yang tidak sekolah karena hambatan ekonomi, apalagi karena jauh dari jangkauan tempat tinggal,” tegas Sugiono.
Integrasi regulasian & data cleansing biar bebas miss-target
Biar pas launching nanti jalannya mulus tanpa glitch, Menko PMK minta seluruh jajaran kementerian terkait buat langsung sinkronisasi aturan dan memperbarui data penerima. Langkah updating data ini dinilai krusial banget biar kriteria sasaran makin transparan, akurat, dan nggak ada cerita program salah sasaran.
Peta jalan yang matang ini dipastikan bakal jadi fondasi kuat sebelum kebijakan di-eksekusi secara menyeluruh di lapangan.
Kesejahteraan guru non-ASN jadi prioritas utama yang Nggak boleh ketinggalan
Selain mikirin kantong para pelajar dan mahasiswa, pemerintah juga ngasih high attention buat para pahlawan tanpa tanda jasa. Sugiono menegaskan kalau peningkatan kualitas pendidikan harus jalan beriringan sama jaminan kesejahteraan para pengajar, khususnya penataan mekanisme bagi guru non-ASN.
“Kita tidak bisa bicara soal terwujudnya manusia unggul jika masih ada anak-anak kita yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk belajar, atau jika kesejahteraan gurunya belum terjamin. Sinergi ini adalah kunci agar eksekusi kebijakan ke depan benar-benar siap, terukur, dan berkeadilan bagi siswa maupun tenaga pengajarnya,” tambah Menko PMK. (Usm/RaM)
Gen Z Takeaway
Langkah game changer siap dihadirkan pemerintah lewat finalisasi skema kebijakan pendidikan gratis dari jenjang PAUD sampai perguruan tinggi oleh Menko PMK Sugiono bareng kementerian terkait. Nggak cuma membebaskan biaya sekolah negeri dan swasta lewat 3 klaster strategis hingga menyasar wilayah 3T, kebijakan ini juga fokus membenahi akurasi data penerima plus ngedorong kesejahteraan guru non-ASN biar ekosistem pendidikan Indonesia makin fair, merata, dan menghasilkan SDM unggul secara maksimal.









