Awas Narkoba Cair Berkedok Vape, Kapolri Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram
astakom.com, Jakarta – Ancaman narkoba jenis baru makin bikin khawatir. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ngewanti-wanti masyarakat soal bahaya nyata peredaran narkotika bentuk cair yang diselundupkan lewat rokok elektrik alias vape.
Pesan penting ini disampaikan langsung sama Kapolri waktu menggelar silaturahim ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa silam, 13 Oktober 2026.
Melihat efeknya yang nggak main-main dan berpotensi bikin dampak besar buat generasi muda, Jenderal Suyudi secara khusus minta backup dari para ulama dan pengurus MUI Pusat buat mengkaji sekaligus ngeluarin fatwa pelarangan total (haram) buat penggunaan vape di Indonesia.
Modus narkoba cair
Jenderal Suyudi membongkar fakta kalau modus peredaran narkotika zaman now udah bertransformasi dari bentuk padat jadi cairan.
Pemakaian media vape dinilai super bahaya karena kemasannya terselubung dan punya aroma buah-buahan yang manis. Alhasil, masyarakat sampai petugas di lapangan pun dibuat bingun dan susah ngebedain mana vape biasa mana yang udah di-inject zat terlarang.
Ia menegaskan kalau sekarang vape bukan cuma dipakai buat gaya-gayaan atau hura-hura pakai zat kimia biasa yang ngerusak paru-paru, tapi udah jadi sarana penyalahgunaan narkotika.
“BNN dan Polri pun sulit membedakannya secara kasatmata karena bentuk dan wanginya sama, tetapi isinya narkotika cair," ungkap Kapolri dikutip oleh astakom.com pada Rabu, (14/10/2026).
Ancaman perang terselubung
Nggak cuma itu, Kapolri juga nambahin kalau maraknya penyelundupan sabu cair dan ekstrak ganja cair ke Indonesia sebenarnya adalah bentuk perang terselubung. Strategi ini sengaja dirancang sama jaringan internasional buat ngerusak tatanan masa depan bangsa.
Buat pembanding, Kapolri ngingetin lagi soal sejarah kelam Perang Candu di abad ke-19 yang sempat bikin kekuatan besar dunia runtuh seketika gara-gara kecanduan zat adiktif.
Desakan fatwa haram
Buat ngebendung ancaman yang makin real ini, Kapolri ngasih apresiasi tinggi atas langkah MUI Jawa Timur yang udah lebih dulu ngeluarin tindakan tegas melarang vape. Ia berharap MUI Pusat bisa follow up dengan menerbitkan fatwa atau rekomendasi keagamaan yang sama demi memperkuat penjagaan moral dan hukum buat umat Islam di tanah air.
"Saya terima kasih MUI Jawa Timur sudah melarang vape. Mudah-mudahan nanti MUI Pusat juga melarang total vape. Mohon dukungannya Pak Kiai, Pak Ketua, karena saya yakinkan ini adalah salah satu sumber malapetaka di era sekarang," ungkap Jenderal Suyudi.
Dukungan Presiden dan global
Usulan pelarangan total rokok elektrik ini ternyata nggak cuma wacana lokal. Kapolri ngungkapin kalau poin ini udah disampaikan langsung ke Presiden Republik Indonesia dan dapat respons yang super positif.
Langkah ini juga selaras sama kebijakan di lebih dari 90 negara di dunia. Negara-negara tetangga di Asia Tenggara kayak Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, sampai Brunei Darussalam pun udah lebih dulu nge-ban total operasional vape di wilayah mereka.
Pihak Polri berharap, hadirnya Fatwa MUI soal keharaman vape plus regulasi resmi dari pemerintah nantinya bisa jadi benteng yang kokoh buat menyelamatkan generasi muda Indonesia dari jerat narkotika dan risiko kesehatan jangka panjang.
Perjumpaan krusial ini didatangi langsung sama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H. Misbahul Ulum, serta Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud.
Sementara itu, jajaran kepolisian yang turut mendampingi Kapolri antara lain Kabaintelkam Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Komjen Pol Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Asep Safrudin, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Prof Dadang Hartanto, Kadiv Propam Irjen Pol Dr Mahmud Nazly Harahap, dan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Vape yang lo pikir cuma sekadar gaya-gayaan atau opsi chillin ternyata udah jadi sarana terselubung buat penyelundupan narkoba cair kayak sabu dan ganja. Karena aromanya manis dan bentuknya identik sama liquid biasa, bahayanya makin sulit terdeteksi secara kasat mata. Jangan sampai lengah atau keikut tren tanpa tahu risikonya, stay safe and be aware!









