BMKG Wanti-Wanti Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Bulan Desember, Waktu Persiapan Makin Mepet

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 22 September 2026 | 19:03 WIB
BMKG Wanti-Wanti Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Bulan Desember, Waktu Persiapan Makin Mepet
Evakuasi warga terdampak banjir Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Minggu (13/09/2026). [Pemkab Tapanuli Tengah]

astakom.com, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap risiko bencana hidrometeorologi basah menjelang akhir tahun. Hal ini menyusul prediksi masuknya awal musim hujan yang baru terjadi pada November dan Desember 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia baru memasuki musim hujan pada November, disusul 266 ZOM atau 17,3 persen daratan pada Desember.

"Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya," kata Ardhasena di Jakarta, Selasa (22/09/2026).

Jarak Awal dan Puncak Hujan Sangat Singkat: Risiko Lonjakan Curah Hujan

Ardhasena menggarisbawahi kondisi krusial yang patut diwaspadai, yaitu rentang waktu antara awal masuknya musim hujan dengan puncak musim hujan yang terbilang sangat singkat dan berdekatan.

Puncak musim hujan diproyeksikan bakal langsung melanda sejumlah wilayah mulai Desember 2026 (155 ZOM), berlanjut ke Januari 2027 (162 ZOM), dan Februari 2027 (190 ZOM). Durasi musim hujan di 482 ZOM pun diprediksi lebih pendek dari kondisi normal.

"Periode antara masuknya musim hujan dengan puncak relatif dekat dan durasinya lebih pendek, sehingga kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor," ujarnyasi.

Meskipun durasinya lebih singkat, akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 pada 510 ZOM (69,7 persen daratan) masih berada dalam kategori normal, bahkan 147 ZOM (18,5 persen daratan) diprediksi berada di atas normal.

Rekomendasi Lintas Sektor dan Refleksi Kebencanaan Historis

BMKG pun menerbitkan sejumlah rekomendasi penting untuk penanganan lintas sektor:

  • Sektor Pangan: Penyesuaian jadwal tanam dengan menggunakan varietas tanaman berumur pendek. 
  • Sektor Air & Energi: Optimalisasi daya tampung drainase, bendungan, dan waduk. 
  • Sektor Kesehatan & Bencana: Penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung) serta penanganan risiko demam berdarah. 

Langkah mitigasi ini menjadi perhatian serius berkaca pada rekam jejak kebencanaan tahun sebelumnya di periode November–Desember. Kala itu, hujan intensitas sangat deras yang diperparah oleh Siklon Senyar memicu banjir bandang dan tanah longsor besar yang menelan korban jiwa serta merusak infrastruktur secara signifikan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.(RaM)

Gen Z Takeaway

BMKG baru aja ngeluarin warning penting buat akhir tahun! Walaupun awal musim hujan 2026 ini diprediksi agak delay ke November-Desember, jarak dari awal hujan ke puncaknya ternyata makin singkat. Efeknya, lonjakan curah hujan tinggi bisa datang mendadak dan berisiko bikin banjir atau tanah longsor. 

BMKG Prediksi BMKG Musim Hujan Perkiraan Cuaca BMKG Desember Bencana

Infografis

Terkini