KDKMP Nglundo Gaspol Gerakkan Ekonomi Desa, Petani dan Warga Ikut Dapat Cuan
astakom.com, Jakarta - Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) manfaatnya sudah terasa di berbagai wilayah yang gacor dalam pengelolaan seperti yang terjadi di Nglundo, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Keberadaan KDKMP di sana bikin happy para petani bawang.
Lantaran setelah keberadaan koperasi ini, hasil panen bawang petani dibeli dengan harga di atas pasar. Nggak cuma itu, KDKMP Nglundo juga memberdayakan warga sekitar, terutama ibu-ibu, buat dapet penghasilan tambahan.
Aktivitas ekonomi dipush
Diketahui, para ibu di sana mendapat uang tambahan dari menimbang dan mengemas bawang merah hasil panen petani sebelum diangkut dan dipasarkan oleh KDKMP Nglundo.
“KDKMP Nglundo, Kabupaten Nganjuk, membeli bawang merah hasil panen petani setempat dengan harga Rp 2.000 per kilogram lebih tinggi dari harga tengkulak,” dalam postingan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao de Sousa Mota melalui akun Instagram @bung.joaomota, dikutip astakom.com pada Sabtu (19/09/2026).
Punya fasilitas mobil buat distribusi
KDKMP Nglundo juga udah mengoptimalkan mobil pikap dan motor bak roda tiga milik KDKMP buat mengangkut hasil pertanian, sehingga proses distribusi hasil pertanian berjalan lancar.
“Inilah yang disebut KDKMP sebagai patron (pelindung dan penggerak) petani, bahkan sejak awal masa tanam,” katanya.
Nggak cuma itu, KDKMP juga tetap beroperasi untuk menyediakan kebutuhan hidup petani dan warga desa, termasuk menjual pupuk subsidi, gas 3 kilogram, hingga MinyaKita.
Warga bersyukur keciptratan cuan
Berdasarkan keterangan dari Jumini, warga Desa Nglundo, dia mengaku bersyukur dilibatkan dalam ekosistem KDKMP Nglundo ini. Sejak aktifnya koperasi desa ini, dia bisa mendapat tambahan penghasilan.
“Sambil kerja di sawah, sambil bantuin KDKMP biar lancar. Senang alhamdulillah, nambah pemasukan buat dapur,” kata Jumini dikutip astakom.com pada Sabtu (19/09/2026).
Fyi, sebelumnya harga bawang merah di Kabupaten Nganjuk sering mengalami dinamika yang cukup tajam, terutama pada periode panen raya. Di tingkat tengkulak atau pasar bebas, harga bawang merah berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp18.000. Tapi sekarang di KDKMP Nglundo justru membelinya lebih tinggi dari harga pasar. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
KDKMP Nglundo di Nganjuk buktiin koperasi desa bisa jadi game changer buat petani. Bawang merah hasil panen dibeli Rp2.000/kg di atas harga tengkulak, sementara warga terutama ibu-ibu juga dapat tambahan pemasukan dari proses penimbangan dan pengemasan. KDKMP juga bantu distribusi hasil tani lewat kendaraan operasional sekaligus menyediakan kebutuhan warga seperti pupuk subsidi, LPG 3 kg, dan MinyaKita. Jadi, koperasi bukan cuma tempat transaksi, tapi ikut menggerakkan ekonomi desa dari hulu sampai hilir.









