Qodari: Perjuangan HUMANIKA Related dengan Agenda Ekonomi Prabowo, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat
astakom.com, Jakarta - HUMANIKA (Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan) baru aja menggelar peringatan ulang tahunnya ke-36.
Dalam acara itu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) M. Qodari bilang kalau aktivisme dan perjuangan organisasi masyarakat yang memperjuangkan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan rakyat sebenernya related sama yang saat ini dikerjakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Apa yang diperjuangkan, apa yang dikerjakan oleh Presiden Prabowo betul-betul sejalan dengan apa yang diperjuangkan oleh HUMANIKA. Yaitu demokrasi, kemudian keadilan untuk masyarakat Indonesia, dan kesejahteraan untuk masyarakat Indonesia,” kata Qodari dikutip astakom.com pada Sabtu (19/09/2026).
Beregenerasi dengan baik
Sebagai salah satu anggota sekaligus aktivis HUMANIKA, Qodari bilang kalau organisasi kemasyarakatan itu udah bisa melakukan regenerasi dengan baik. Dia menilai nggak banyak jaringan gerakan masyarakat sipil yang bisa bertahan sampe puluhan tahun.
Sejak didirikan pada 1990 oleh aktivis era Orde Baru Bursah Zarnubi, organisasi ini terus berkomitmen mengawal konsolidasi demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan.
Support Presiden Prabowo jalankan tugas
Para anggotanya saat ini terdiri atas masyarakat lintas profesi, seperti jurnalis, bupati, hakim, bahkan menteri dan anggota DPR, terus menjadi penyeimbang dan penengah yang berkomitmen untuk mengawal pemerintah supaya tidak melenceng dari amanat konstitusi.
“Tidak mengherankan tadi kita mendengar bahwa Pak Bursah mengatakan, mari kita dukung Pak Prabowo untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Qodari.
Perayaan 36 tahun berdirinya organisasi ini dihadiri oleh pendiri HUMANIKA sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi, aktivis senior Hariman Siregar, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, beberapa anggota DPR RI, dan juga puluhan aktivis dan tokoh masyarakat lainnya.
Pentingnya jaga demokrasi
Di pidatonya, pendiri HUMANIKA Bursah Zarnubi bilang pentingnya menjaga sistem demokrasi yang diperjuangin sama para aktivis Reformasi 1998. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah Presiden Prabowo Subianto terus dikawal dengan baik agar promosi demokrasi kepada generasi muda dapat terus berlanjut.
“Dia (Presiden Prabowo) ada tugas besar yang menurut saya belum pernah digagas oleh Presiden sebelumnya. Revolusi Pasal 33,” kata Bursah.
“Dan ini mesti kita dukung, tidak boleh kita jatuhkan sebelum dia (Presiden) berhasil,” katanya melanjutkan.
Related sama kebijakan transformasi ekonomi sekarang
Hal ini dinilai related sama arah kebijakan transformasi ekonomi Presiden Prabowo yang semakin mempertegas Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yakni mengatur prinsip perekonomian nasional yang berasaskan kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Salah satu contohnya kebijakan Presiden berupa penindakan tegas terhadap praktik manipulasi perdagangan ekspor-impor (underinvoicing dan overinvoicing) yang merugikan keuangan negara, penyelenggaraan program makanan bergizi gratis (MBG), dan kebijakan lainnya yang berlandaskan pada asas kesejahteraan masyarakat.
“Jadi bagi orang-orang yang ingin menjatuhkan tuh agak sabaran sedikit. Minimal siklus 5 tahun itu dijaga lah. Tidak boleh jatuh bangun, jatuh bangun, demokrasi nanti rusak,” kata Bursah.
“Setidaknya kita jaga siklus 5 tahun itu dan kasih kesempatan Presiden Prabowo mengambil kekayaan dari oligarki yang serakah ini,” tegasnya. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
HUMANIKA genap 36 tahun dan menegaskan komitmennya mengawal demokrasi, keadilan, serta kesejahteraan rakyat. Qodari menilai perjuangan itu sejalan dengan agenda Presiden Prabowo, sementara Bursah Zarnubi meminta pemerintah tetap dikawal sekaligus diberi ruang menjalankan agenda transformasi ekonomi dan “Revolusi Pasal 33” selama satu periode.









