9 Dubes Negara Sahabat Datangi Gontor Putri, Ada Misi Diplomasi Besar Apa?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 20 September 2026 | 10:29 WIB
9 Dubes Negara Sahabat Datangi Gontor Putri, Ada Misi Diplomasi Besar Apa?
9 Dubes Negara Sahabat Datangi Gontor Putri, Ada Misi Diplomasi Besar Apa? [Gontor.ac.id]

astakom.com, Jakarta – Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 Mantingan baru saja kedatangan tamu kelas internasional pada Jumat silam (18/09/2026).

9 duta besar dari negara-negara sahabat datang berkunjung secara langsung sebagai bagian dari rangkaian agenda resmi mereka. Sebelum meluncur ke PMDG Kampus Pusat, para delegasi ini menyempatkan hadir untuk ikut merayakan Peringatan Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Tamu penting dunia

Deretan perwakilan diplomatik yang hadir antara lain Duta Besar Mesir Yasser Hassan Elshemy, Duta Besar Oman Mohamed Ahmed Salim Alshanfari, Duta Besar Turki Talip Kucukan, Duta Besar Qatar Sulthon Mubarak Aldosary, Duta Besar Suriah Abdulmonem Annan, Duta Besar Kuwait Khalid Jassim Alyasin, Duta Besar Sudan Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, dan Duta Besar Palestina Abdalfatah Alsattari.

Bukan cuma mereka, hadir juga Wakil Duta Besar Yordania Alaa Nayef Zaid Eledwan, staf atase politik Kedutaan Besar Jepang, Ketua Panitia 100 Tahun Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., Pimpinan Pondok Modern Tazakka K.H. Anizar Masyhadi, istri Duta Besar Palestina Balqis Safira Bilfaqih, Staf Khusus Duta Besar Qatar Dr. Haedar Elhadey Mohammad, serta Dr. Ali Hasan Albahar.

100 Tahun pendidikan holistik

Dalam sesi penyambutan, Hamid Fahmy Zarkasyi yang juga mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Darussalam Gontor memaparkan perjalanan panjang serta konsep pendidikan lembaga ini.

Pesantren ini awalnya didirikan pada 19 September 1926 oleh Trio Pendiri (Ahmad Sahal, Zainuddin Fanani, dan Imam Zarkasyi) sebagai lembaga pendidikan tradisional yang sederhana di kawasan pedesaan.

Memasuki tahun 1936, pembaharuan besar-besaran dilakukan dengan merambah sistem modern. Langkah itu ditandai dengan penerapan pembelajaran kelas, sistem semester beserta ujian, serta keharusan menetap di asrama dengan penegakan tata tertib yang ketat.

Lewat pilar modernisasi ini, tertanam lima nilai fundamental: keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kemandirian, dan kebebasan berpikir.

Tak kalah penting, Hamid Fahmy menerangkan pergeseran status kepemilikan lembaga. Jika umumnya pesantren tradisional menjadi aset keluarga pendirinya, pendiri Gontor justru mengambil langkah visioner lewat ikrar wakaf.

Seluruh kelembagaan diserahkan penuh kepada umat Islam sehingga publik luas menjadi pemilik sahnya. Dampak positifnya, model pembelajaran ini telah diadaptasi oleh lebih dari 1.500 institusi pendidikan di pelosok negeri.

Langkah tersebut juga berkaitan erat dengan ajang internasional Global Islamic Holistic Education yang dihelat Gontor pada 5–6 September 2026. Forum global tersebut menjadi ruang pembuktian bahwa pondok modern merupakan representasi utuh dari pendidikan holistik.

“The Modern Pondok like Darussalam Gontor is holistic education in the real sense of the words,” ungkap Hamid Fahmy mendeskripsikan peran penting pondok modern dikutip oleh astakom pada Minggu 20/09/2026).

Di akhir pemaparannya, ia mengajak para duta besar untuk berkolaborasi strategis dengan Universitas Darussalam Gontor maupun perguruan tinggi di negara asal para diplomat.

Pujian diplomasi global

Apresiasi tinggi datang dari Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Kucukan. Ia mengaku sangat kagum melihat Gontor yang sukses memfasilitasi berkumpulnya para calon pendidik dan figur pemimpin masa depan.

“I am always amazed by Gontor, because here, everyone comes together for the sake of education. Here, I can see the future of Indonesia: the educators of tomorrow, the future patriots of the nation, and the future leaders of Indonesia,” tutur Duta Besar Turki.

Peluang kolaborasi baru

Agenda kunjungan dipungkas dengan sesi dokumentasi foto bersama, peninjauan area PMDG Putri Kampus 1, ibadah salat berjamaah di masjid, serta santap siang bersama.

Seluruh prosesi di Mantingan tuntas sekitar pukul 17.00 WIB. Rombongan lantas bertolak menuju Madiun sebelum melanjutkan perjalanan ke PMDG Kampus Pusat di Mlarak, Ponorogo, demi menghadiri puncak Peringatan Kesyukuran 100 Tahun Gontor.

Silaturahim internasional ini menjadi momen krusial untuk mempererat tali persahabatan sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem pendidikan di PMDG Putri Kampus 1. Pertemuan ini diharapkan tak cuma memperkokoh komunikasi diplomatik, tetapi juga membuka keran kerja sama pendidikan yang makin luas di masa depan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Kunjungan 9 dubes dunia ke Gontor Putri ngebuktiin kalau pesantren lokal bukan cuma soal tradisi, tapi punya leveling up ke skala internasional lewat sistem pendidikan holistik dan wakaf visioner. Momen 100 tahun ini jadi bukti nyata kalau anak muda di pesantren siap buka koneksi global, bikin kolaborasi pendidikan antar-negara, dan nunjukin kalau calon future leaders Indonesia itu sangat berdaya saing di kancah dunia!

Dubes Negara Sahabat 100 Tahun Gontor Pondok Modern Darussalam Gontor Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Infografis

Terkini