Belanja K/L Ngebut 33%, Suahasil: Aktivitas Pemerintah Jalan di Lapangan

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 19 September 2026 | 20:08 WIB
Belanja K/L Ngebut 33%, Suahasil: Aktivitas Pemerintah Jalan di Lapangan
Belanja K/L Ngebut 33%, Suahasil: Aktivitas Pemerintah Jalan di Lapangan [Dok. Kementerian Keuangan]

astakom.com, Jakarta - Realisasi belanja pemerintah pusat sampe akhir Agustus 2026 tumbuh makin gacor. Bahkan pertumbuhannya mencapai 29 persen secara tahunan, yaitu sebesar Rp1.791,5 triliun.

Ini jadi bukti nyata kalau program-program pemerintah jalan mulus dan terealisasi dengan baik dan belanja pemerintah makin produktif, enggak cuma wacana doang.

Total realisasi belanja itu terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp912,4 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp879,1 triliun. Kalau dipersentasikan belanja K/L sama dengan menunjukkan pertumbuhan 33 persen, sementara belanja non-K/L tumbuh 25 persen.

K/L serap anggaran lebih cepet

“Tahun ini lebih cepat belanja kementerian dan lembaga itu. Ini berarti proyek-proyek pemerintah, aktivitas pemerintah, berjalan di lapangan tumbuh 33 persen. Ini adalah suatu kinerja yang baik,” kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, dikutip astakom.com pada Jumat (18/09/2026).

Dia berharap kalau alokasi untuk K/L dari APBN itu digunakan dan diserap dengan baik, sebagaimana mestinya.

"Kita memang menginginkan kalau APBN itu sudah dibuat, alokasi kepada K/L itu sudah diberikan, maka alokasi yang diberikan itu digunakan," ungkapnya.

Bisa cepat dirasakan masyarakat 

Suahasil bilang kalau pertumbuhan belanja ini menunjukkan tindakan kementerian dan lembaga yang makin gercep menerjemahkan anggaran menjadi program, pelayanan, dan proyek pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat. 

Sehingga, alokasi keuangan yang telah disetujui dalam APBN nggak stop di atas kertas, tapi direalisasikan .

Ia pun merinci realisasi belanja K/L sebesar Rp912,4 triliun di antaranya terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, hingga belanja bantuan sosial (bansos).

Pembayaran kompensasi bulanan

“Belanja pegawai tumbuh sehat 21,7 persen, belanja barang 67,5 persen, belanja modal 56,3 persen (terhadap APBN 2026), belanja bansos tumbuh 3,4 persen karena tahun lalu memang cukup tinggi juga belanja bansos kita,” katanya.

Sementara itu untuk pos belanja non-K/L angkanya sebesar Rp879,1 triliun terdiri dari pembayaran pensiun, subsidi, serta kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Suahasil bilang kalau realisasi subsidi dan pembayaran kompensasi sebesar Rp331,4 triliun telah diberikan kepada PLN dan Pertamina.

“Pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan, dan subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina,” kata Suahasil. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Belanja pemerintah pusat sampai Agustus 2026 makin gacor, tembus Rp1.791,5 triliun atau tumbuh 29% secara tahunan. Belanja K/L jadi yang paling ngebut dengan pertumbuhan 33%, tanda anggaran makin cepat diterjemahkan jadi program, layanan, dan proyek di lapangan. Sementara itu, belanja non-K/L tumbuh 25%, termasuk subsidi dan kompensasi BBM serta listrik. Intinya, APBN nggak cuma berhenti di kertas, tapi mulai kelihatan realisasinya di berbagai program pemerintah.

APBN 2026 APBN KiTa realisasi anggaran K/L Anggaran Kementerian dan Lembaga Menkeu Suahasil

Infografis

Terkini