BMKG-Badan Geologi Diwacanakan Bakal Dilebur, Ini Latar Belakang dan Penyebabnya
astakom.com, Jakarta — Wacana pengintegrasian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi masih menjadi sorotan hingga Rabu (16/09/2026). Namun, sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang menetapkan kedua lembaga tersebut benar-benar dilebur.
Gagasan tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan integrasi dalam rapat penanganan bencana pada 7 September 2026. Seiring berjalan, wacana ini ikut mendapat respons dari DPR hingga muncul opsi lain yang lebih spesifik terhadap Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Presiden Prabowo buka wacana integrasi
Wacana tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat pemantauan penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo membuka peluang untuk mengintegrasikan Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan BMKG.
“Kita kan ada di ring of fire, kita siap. Ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatra Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” ujar Presiden Prabowo.
“Kepala Badan Geologi, nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini,” sambungnya.
Setelah menyinggung perlunya kerja sama yang lebih erat dalam pemantauan tersebut, Presiden Prabowo kemudian membuka kemungkinan integrasi kedua lembaga.
“Nanti kita pikirkan, apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, ya nanti kita bahas (rencana integrasi) itu,” ucap Presiden Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut masih berupa wacana. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan akan mengecek terlebih dahulu mengenai rencana integrasi tersebut.
Respons berikutnya datang dari DPR. Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mengusulkan agar pembahasan tidak hanya mencakup BMKG dan Badan Geologi, tetapi juga BNPB. Usulan tersebut disampaikan dalam diskusi di Gedung DPR pada 10 September 2026.
Edi menyoroti peran berbagai lembaga dalam penanggulangan bencana dan pentingnya koordinasi antarlembaga. Ia juga menyampaikan sejumlah gagasan mengenai bentuk kelembagaan, tetapi seluruhnya masih berupa usulan dan belum menjadi keputusan pemerintah.
Beda tugas, muncul opsi PVMBG
Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya meminta wacana tersebut dikaji terlebih dahulu karena BMKG dan Badan Geologi memiliki tugas serta fungsi yang berbeda.
BMKG menangani bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Sementara Badan Geologi memiliki cakupan tugas di bidang geologi, termasuk vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.
Salah satu unit di dalam Badan Geologi adalah PVMBG yang menjalankan fungsi pemantauan aktivitas gunung api serta penyampaian informasi dan rekomendasi terkait bencana geologi.
Perbedaan mandat tersebut membuat pembahasan integrasi tidak sekadar soal menyatukan struktur. Pembagian kewenangan dan fungsi masing-masing lembaga juga perlu diperhitungkan.
Melansir dari media nasional pada Rabu, (16/09/2026) mantan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Ia menyampaikan pandangan agar pemerintah mempertimbangkan opsi yang lebih spesifik, yakni mengkaji kemungkinan PVMBG masuk ke dalam struktur BMKG.
Opsi tersebut berbeda dengan gagasan menggabungkan seluruh Badan Geologi. Namun, pandangan Dwikorita masih berupa masukan dan belum menjadi keputusan pemerintah.
Belum ada keputusan final
Hingga Rabu, 16 September 2026, belum ada update lanjutan resmi mengenai peleburan BMKG dan Badan Geologi.
Rangkaian wacana ini dimulai ketika Presiden Prabowo membuka kemungkinan integrasi pada 7 September. Sehari setelahnya, Puan meminta rencana tersebut dikaji. Kemudian pada 10 September, Edi Purwanto mengusulkan agar BNPB ikut dipertimbangkan dalam satu payung kelembagaan.
Melansir dari media ansional pada Rabu, (16/09/2026), muncul pandangan Dwikorita mengenai opsi yang lebih spesifik terhadap PVMBG. Perkembangan ini membuat pembahasan integrasi tidak hanya berkutat pada pertanyaan apakah BMKG dan Badan Geologi akan digabung, tetapi juga bagian mana yang perlu diintegrasikan.
Di sisi lain, kedua lembaga masih menjalankan tugas berdasarkan kewenangan masing-masing. Dalam konteks aktivitas Gunung Anak Krakatau, BMKG menegaskan bahwa data aktivitas erupsi secara primer merupakan kewenangan PVMBG-Badan Geologi, sedangkan analisis meteorologi penerbangan terkait dampak sebaran abu vulkanik menjadi bagian dari ranah BMKG. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Spill update hari ini, BMKG dan Badan Geologi belum resmi dilebur. Wacananya bermula dari Presiden Prabowo, lalu DPR ikut memberi masukan, termasuk usulan agar BNPB masuk satu payung. Terbaru, muncul opsi yang lebih spesifik menyasar PVMBG. Jadi, yang masih dicari adalah bentuk integrasinya, bukan keputusan merger yang sudah final.









