BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG: Sekolah Dapat Berikan Penilaian dan Catatan Layanan
astakom.com, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sebuah aplikasi interaktif yang memungkinkan para kepala sekolah memberikan penilaian langsung terhadap kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah masing-masing.
Melalui platform digital tersebut, pihak sekolah dapat memberikan peringkat bintang (rating) sekaligus catatan evaluasi mengenai kinerja dan kualitas layanan MBG secara real-time.
Kepala BGN, Sudaryono menjelaskan bahwa sistem ini dirancang secara khusus agar BGN memperoleh umpan balik langsung dari pihak sekolah terkait pelaksanaan operasional MBG di lapangan, mencakup evaluasi kualitas menu hingga ketepatan waktu distribusi.
“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” kata Sudaryono, dalam keterangan resminya, dikutip dari laman BGN, Kamis (17/09/2026).
Mekanisme evaluasi komprehensif
Melalui sistem tersebut, kepala sekolah memiliki kewenangan untuk memberikan penilaian berbasis indikator bintang terhadap berbagai variabel pelayanan yang diberikan oleh SPPG.
“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” katanya.
Dorongan partisipasi aktif sekolah
Menurutnya, keberadaan aplikasi ini sangat krusial mengingat sekolah merupakan pihak yang berinteraksi secara intensif dengan layanan MBG, sementara peserta didik adalah konsumen utama yang berhak menerima standar pelayanan secara optimal.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh kepala sekolah dan jajaran pengajar agar tidak ragu menyampaikan keluhan maupun laporan resmi apabila menemukan ketidaksesuaian standar di lapangan.
“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” tegasnya.
Laporan langsung ke pimpinan BGN
Ia juga mengarahkan agar pihak sekolah tidak hanya berhenti pada pemberian teguran tingkat pertama kepada SPPG.
Apabila permasalahan tidak kunjung diperbaiki secara substansial, sekolah diimbau melayangkan laporan secara tertulis kepada BGN melalui saluran pos elektronik (email) resmi yang telah disediakan.
“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujarnya.
Penindakan tegas laporan
BGN menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti setiap laporan yang masuk, khususnya yang berkaitan dengan pelanggaran standar pelayanan minimum dan aspek keamanan pangan (food safety).
“Dapur itu memang tidak takut sama Kepala Sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua Kepala Sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.
Melalui integrasi sistem konektivitas ini, BGN berharap seluruh aspirasi, kendala teknis, maupun keluhan dari pihak sekolah dapat segera diterima dan ditangani secara responsif serta terukur. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
BGN tengah menyiapkan aplikasi interaktif agar kepala sekolah bisa langsung memberi rating dan catatan terhadap layanan MBG secara real-time. Evaluasi mencakup kualitas menu, ketepatan waktu distribusi, hingga standar keamanan pangan. Sistem ini diharapkan bikin feedback dari sekolah lebih gercep ditindaklanjuti, sekaligus mendorong SPPG menjaga kualitas layanan secara konsisten.









