El Nino Kuat Masih Berlanjut, Kemenhut BKO-kan 5.000 Personel Serbu 6 Provinsi Rawan Karhutla!

Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 16 September 2026 | 23:04 WIB
El Nino Kuat Masih Berlanjut, Kemenhut BKO-kan 5.000 Personel Serbu 6 Provinsi Rawan Karhutla!
Erupsi Gunung dan El Niño Tekan Aktivitas Warga, Pemerintah Pantau Sektor Terdampak (Ilustrasi/Pexels)

astakom.com, Jakarta – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan belum bakal berakhir dalam waktu dekat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut El Nino kuat masih akan berlangsung sekitar 1,5 bulan lagi, sementara hujan alami diprediksi baru turun pada akhir Oktober atau awal November 2026.

“Artinya El Nino yang sangat kuat, El Nino yang sama dengan El Nino pada tahun 2015, ini akan masih bersama kita lebih kurang 1,5 bulan lagi,” kata Raja Juli seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Rabu (16/09/2026).

Raja Juli menjelaskan bahwa perkiraan kedatangan hujan alami sempat bergeser dari perhitungan awal.

“Dari sisi BMKG yang awalnya di awal Oktober sudah akan ada hujan alami, namun nampaknya hujan alami itu baru akan turun di akhir Oktober bahkan di awal November,” ujarnya.

Perkuat Satgas Darat dan BKO 5.000 Pegawai

Untuk menghadapi masa kekeringan yang lebih panjang, pemerintah memperkuat satgas darat karena dinilai paling ampuh menangani titik api secara langsung.

“Evaluasi kami bersama menunjukkan, dalam keadaan El Nino kuat seperti ini, selain tadi OMC, satgas darat ini yang paling memiliki kemampuan melakukan pemadaman api maupun pembasahan di daerah-daerah gambut di enam provinsi berbasis gambut,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan penebalan personel TNI-Polri di lapangan.

“Kami sudah sepakat seperti di rapat Menko Polkam, berapapun jumlah TNI-Polri yang perlu dilakukan penebalan, Bapak Panglima TNI dan Bapak Kapolri sudah setuju untuk menambah,” ujarnya.

Dari internal Kementerian Kehutanan sendiri, sekitar 5.000 pegawai—khususnya Polisi Kehutanan—bakal diterjunkan langsung ke enam provinsi rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Termasuk di Kementerian Kehutanan sendiri, kami juga melakukan BKO sekitar 5.000 orang pegawai kami, terutama di Polisi Kehutanan, untuk membantu terutama di enam provinsi yang rawan karhutla,” kata Raja Juli.

Maksimalin OMC dan Water Bombing

Selain mengandalkan Satgas darat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga bakal terus digenjot begitu ada potensi awan hujan.

“Kami sudah bersepakat dengan Kepala BNPB dan BMKG, yang paling memiliki kemampuan memadamkan api ini adalah hujan melalui hujan buatan atau OMC,” tuturnya.

“Bila ada bibit hujan, kita akan langsung lakukan OMC. Sedikit apa pun potensi awan hujan tersebut, kita akan OMC,” sambungnya.

OMC bahkan dilakukan di wilayah non-karhutla demi menjaga kelembapan tanah.

“Termasuk di daerah-daerah atau kabupaten yang bukan daerah karhutla. Jadi tetap kita akan lakukan OMC untuk pembasahan paling tidak,” jelasnya.

Sementara itu, helikopter water bombing disiagakan khusus untuk menembus area sulit.

“Yang kedua water bombing. Kita juga maksimumkan terutama di daerah-daerah yang remote, daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh pasukan darat,” kata Raja Juli.

Raja Juli menegaskan ada lima kunci utama penanganan karhutla yang wajib berjalan serentak: OMC, water bombing, penguatan satgas darat, penegakan hukum, serta partisipasi masyarakat.

“Jadi lima faktor ini harus kita integrasikan secara bersama-sama, kerja bersama-sama untuk mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat,” pungkasnya. (RaM)

Gen Z Takeaway

El Nino kuat diprediksi masih bertahan sampai 1,5 bulan ke depan, bikin pemerintah bergerak cepat nambah 5.000 personel BKO Kemenhut dan penebalan TNI-Polri. Penanganan karhutla di 6 provinsi rawan difokuskan lewat Satgas darat, gempuran OMC (hujan buatan), dan water bombing.

El Nino Kekeringan Raja Juli Antoni Menhut Raja Juli Antoni

Infografis

Terkini