Melek Isu Lingkungan & Jago Komputasi, Pelajar Indonesia Buktikan Skill di PISA 2025

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB
Melek Isu Lingkungan & Jago Komputasi, Pelajar Indonesia Buktikan Skill di PISA 2025
Literasi dan Sains Naik! Ini Hasil PISA 2025 Siswa Indonesia (Kemendikdasmen)

astakom.com, Jakarta – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan tanah air. Performa belajar siswa Indonesia dinilai makin stabil dengan catatan glow up pada skor literasi dan sains. Pencapaian manis ini terekam jelas dalam laporan terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Sains & Literasi Glow Up!

Dalam asesmen PISA 2025, skor sains siswa Indonesia berhasil melesat naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Nggak mau kalah, skor membaca juga kompak naik 6 poin dari 359 menjadi 365.

Pencapaian ini bikin Indonesia tampil beda di tingkat internasional, mengingat banyak negara lain justru lagi turun performanya.

“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," tutur Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin, pada keterangan resmi Rabu (09/09/2026).

Sebagai informasi, PISA sendiri udah digelar sejak tahun 2000 buat menguji sejauh mana remaja usia 15 tahun bisa menerapkan skills membaca, matematika, dan sains mereka di kehidupan nyata. Di edisi 2025 ini, ada lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian yang ikut ambil bagian.

Menariknya, rata-rata kemampuan siswa di negara-negara OECD malah lagi mengalami penurunan ke titik terendah yang pernah dicatat PISA untuk matematika dan membaca. Bahkan, 1 dari 5 siswa usia 15 tahun di negara OECD tercatat punya kemampuan yang tergolong rendah di bidang sains, matematika, dan membaca.

Secara statistik, rata-rata skor membaca di negara OECD anjlok 28 poin antara 2015–2025, dan matematika meluncur turun 22 poin. Buat negara non-OECD, skor membaca turun 16 poin dan matematika turun 8 poin di rentang waktu yang sama.

Akses Sekolah Merekah

Kabar baiknya lagi, Indonesia nggak cuma naik di skor uji, tapi juga sukses dalam pemerataan akses sekolah. Coverage Index alias perluasan akses pendidikan Indonesia meroket tajam dari 0,46 pada 2023 jadi 0,90 pada 2026

“Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018,” ungkap Toni.

Uniknya lagi, siswa Indonesia terbukti punya charming skill tersendiri, nilai pemecahan masalah komputational (computational thinking) mereka jauh lebih unggul ketimbang mata pelajaran yang sifatnya konvensional.

Melek Lingkungan

PISA 2025 juga membawa isu lingkungan ke dalam asesmen sains. Hasilnya Indonesia terbukti punya kepedulian tinggi terhadap masa depan bumi:

  • 92% siswa yakin mereka bisa memberikan dampak positif ke lingkungan.
  • 94% percaya kalau action secara kolektif bisa menyelesaikan masalah lingkungan.
  • 90% paham cara berkolaborasi buat bikin perubahan positif.
  • 92% siswa menyatakan cukup atau sangat tertarik buat memilih karir yang berkontribusi melindungi bumi di masa depan.

Nggak cuma ramah lingkungan, siswa Indonesia juga terkenal punya rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi banget. Sebanyak 80% siswa ngaku setuju atau sangat setuju kalau mereka penasaran sama banyak hal beda jauh di atas rata-rata siswa negara OECD yang cuma 73%. Angka rasa ingin tahu ini juga melompat naik 7,3 persen poin dibanding laporan PISA 2022 lalu.

Strategi Tancap Gas Kemendikdasmen

Merespons hasil positif PISA 2025, Kemendikdasmen siap tancap gas lewat 4 pilar strategi utama:

  • Penguatan kompetensi guru.
  • Peningkatan kualitas pembelajaran.
  • Harmonisasi kerangka asesmen pendidikan nasional dengan standar PISA.
  • Penguatan peran keluarga dan orang tua dalam mendampingi belajar.

Selain ngembangin platform pembelajaran dan asesmen mandiri buat guru dan murid, Kemendikdasmen bakal fokus ke deep learning (pembelajaran mendalam), digitalisasi, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter.

Kualifikasi para pendidik juga terus di-upgrade lewat Pendidikan Profesi Guru (PPG), plus pembekalan kompetensi pedagogik dan digital terkini seperti coding hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). (naD/RaM)

Gen Z Takeaway

Bukti nyata kalau pelajar Indonesia nggak cuma jago gaya, tapi makin terbukti kritis dan siap adaptasi sama tantangan global! Saat rata-rata skor internasional merosot, siswa Indonesia justru sukses glow up di sains, literasi, hingga punya curiosity tinggi buat pemecahan masalah berbasis teknologi. Lebih kerennya lagi, kepedulian sama isu lingkungan hidup dan masa depan bumi juga makin tinggi, ngebuktikan kalau generasi muda siap jadi penggerak perubahan positif yang makin impactful.

Kemendikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah literasi Sains

Infografis

Terkini