Luhut Gaspol Digitalisasi Bansos 2027 Biar Nggak Salah Sasaran Lagi

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 10 September 2026 | 08:08 WIB
Luhut Gaspol Digitalisasi Bansos 2027 Biar Nggak Salah Sasaran Lagi
Luhut Gaspol Digitalisasi Bansos 2027 Biar Nggak Salah Sasaran Lagi [astakom/@luhut.pandjaitan]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah lagi nyiapin gebrakan baru buat ngerombak sistem bantuan sosial (bansos) biar makin transparan dan bebas bocor. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan punya target buat terapkan pakai bansos digital dan bisa mulai dirasain sama sekitar 50 juta masyarakat miskin di awal 2027.

Uji coba penyalurannya sendiri bakal dilakuin pada kuartal I-2027. Jadi sepanjang 2026 ini, pemerintah bakal fokus membereskan dan memadankan data penerima biar nggak ada lagi cerita bantuan nyasar.

"Kalau pendistribusian kita uji coba nanti pada kuartal satu tahun depan. Jadi tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Kan selama ini banyak sekali tadi 60 persen, 50 persen itu off target secara nasional, ya," kata Luhut dalam konferensi pers, dikutip astakom.com pada Kamis (10/09/2026).

Roll out Oktober

Nantinya, bansos digital ini bakal mencakup masyarakat dari desil satu sampai lima. Biar makin gacor, peluncuran awal atau roll out digitalisasinya penataan data ini disiapin buat pekan ketiga Oktober 2026. Targetnya 80 persen proses digitalisasi selesai.

"Kemarin presiden memberikan arahan kepada saya sebagai Ketua Komite untuk mempercepat prosesnya ini semua. Kami tadi sudah rancang pada Oktober minggu ketiga kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai," ujar Luhut.

Kupon online

Nggak cuma sistemnya yang dibikin canggih, pemerintah juga siapin skema penggunaan dana bantuan sosial biar bantuan bener-bener digunakan buat memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu opsi yang masuk rencana adalah lewat kupon digital yang dibatasi pengunaannya.

"Kita masih mikir apakah nanti memberikan kupon sehingga tidak boleh judi online, jadi hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam," ungkap Luhut.

Uang bansos dipakai dengan tepat

Luhut tegaskan kalau pembatasan ini penting banget biar uang bansos nggak disalahgunakan buat hal-hal aneh dan nggak semestinya. Lewat sistem digital, proses distribusi dinilai bakal lebih transparan dan meminimalisir interaksi langsung yang rawan penyimpangan.

"Jadi di lapangan nanti akan jadi market mechanism, jadi membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita lebih ya kurang korupsi pasti, karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," katanya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Bansos digital bakal makin gaspol! Pemerintah target uji coba penyaluran pada kuartal I-2027 untuk sekitar 50 juta masyarakat miskin, dengan data penerima dibenahi dulu biar nggak salah sasaran. Sistemnya juga bisa pakai kupon digital yang penggunaannya dibatasi buat kebutuhan penting seperti listrik, beras, dan bensin. Targetnya, digitalisasi bansos sudah 80% beres pada pekan ketiga Oktober 2026.

Bansos Digitalisasi Bansos KPTDP Transformasi Digital Pemerintahan Luhut Binsar Pandjaitan

Infografis

Terkini