Mendag Gaspol Perkuat Nilai Tambah, Industri Pengolahan Sumbang 82,18% Total Ekspor

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 9 September 2026 | 03:08 WIB
Mendag Gaspol Perkuat Nilai Tambah, Industri Pengolahan Sumbang 82,18% Total Ekspor
Mendag Gaspol Perkuat Nilai Tambah, Industri Pengolahan Sumbang 82,18% Total Ekspor [astakom/Kemendag]

astakom.com, Jakarta - Sektor perdagangan Indonesia sudah mulai kembali pulih setelah data mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencatatkan surplus sebanyak USD120 juta.

Kinerja Juli 2026 itu ditopang oleh perdagangan nonmigas yang berhasil surplus sebanyak USD3,10 miliar, dan bisa menjadi balancing defisit perdagangan migas USD2,98 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang kalau neraca perdagangan RI berhasil surplus pada Juli 2026 dan menunjukkan kinerja perdagangan Indonesia yang tetap terjaga.

Kinerja itu related sama pertumbuhan ekspor Indonesia yang mencapai 2,98 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM), sementara ekspor nonmigas meningkat 4,25 persen dibandingkan Juni 2026 (MoM).

Kinerja ekspor terjaga

Surplus perdagangan pada Juli 2026 menunjukkan kinerja ekspor Indonesia tetap terjaga. Diversifikasi pasar dan komoditas ekspor perlu terus diperkuat untuk meningkatkan kontribusi perdagangan nonmigas. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang di berbagai pasar tujuan serta memperluas pasar ekspor produk Indonesia,” kata Mendag dalam keterangan tertulis, dikutip astakom.com pada Senin (08/09/2026).

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, nilai ekspor Indonesia tembus USD167,03 miliar atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 (CtC). Selanjutnya, untuk ekspor nonmigas sendiri mencapai USD160,01 miliar atau tumbuh 5,21 persen dibandingkan pada periode yang sama pada 2025.

Industri pengolahan jadi penopang

Pada sektor industri pengolahan berhasil menjadi penopang utama ekspor Indonesia. Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor industri pengolahan tumbuh 7,16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pada industri pengolahan berhasil memberikan kontribusi sebanyak 82,18 persen terhadap total ekspor atau kumulatif nilai ekspor. Disusul sektor pertambangan dan lainnya sebesar 11,73 persen, migas 4,20 persen, serta pertanian 1,89 persen.

Gaspol tingkatkan nilai tambah produk

Menurut Mendag Busan, dominasi industri pengolahan dalam struktur ekspor mencerminkan pentingnya peningkatan dan penguatan nilai tambah produk dalam negeri. Hal ini membuat Indonesia berdaya saing kuat di pasar global.

“Industri pengolahan menjadi salah satu kekuatan utama ekspor Indonesia. Penguatan nilai tambah melalui hilirisasi dan peningkatan daya saing produk ekspor perlu terus dilakukan agar semakin banyak produk Indonesia mampu menembus pasar global,” kata Busan. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Perdagangan RI mulai nunjukin sinyal positif. Neraca dagang Juli 2026 surplus USD120 juta, setelah ekspor tumbuh 2,98% secara bulanan dan ekspor nonmigas naik 4,25%. Secara kumulatif, ekspor Januari-Juli sudah tembus USD167,03 miliar atau tumbuh 4,43%. Menariknya, industri pengolahan jadi mesin utama ekspor dengan pertumbuhan 7,16% dan kontribusi 82,18%, yang menunjukkan hilirisasi makin punya peran penting buat ngangkat nilai tambah sekaligus daya saing produk Indonesia di pasar global.

neraca perdagangan RI Ekspor surplus perdagangan Mendag Budi Santoso

Infografis

Terkini