Gunung Anak Krakatau Erupsi di Tengah Kemarau, Legislator Gerindra Salurkan Masker dan Air Bersih

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 9 September 2026 | 17:08 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi di Tengah Kemarau, Legislator Gerindra Salurkan Masker dan Air Bersih
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, salurkan bantuan masker dan air bersih [Dok. Gerindra]

astakom.com, Jakarta - Masyarakat Provinsi Lampung saat ini tengah menghadapi tantangan ganda. Selain harus menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat musim kemarau, warga juga terdampak oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di Lampung. 

Sejak Sabtu (05/09/2026), paparan abu dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai area, termasuk Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena terjadi bersamaan dengan periode kemarau yang mengganggu ketersediaan air bersih.

Aksi nyata kirim bantuan

Merespons situasi darurat tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, segera menginstruksikan tim daerah pemilihannya untuk menyalurkan bantuan secara cepat dan tepat sasaran. 

Bantuan air bersih didistribusikan kepada warga di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, pembagian masker dilakukan bagi warga di Bandar Lampung, Tanjung Bintang, dan Natar guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.

Kader Partai Gerindra di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini menyatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan bantuan yang benar-benar mereka butuhkan. Di satu sisi ada warga yang harus menghadapi paparan abu vulkanik, sementara di sisi lain kebutuhan air bersih meningkat karena kondisi kemarau. Karena itu, kami bergerak dengan membagikan masker sekaligus menyalurkan air bersih,” kata legislator muda Partai Gerindra ini.

Perlindungan kesehatan masyarakat

Menurut Ruby, penanganan dampak abu vulkanik memerlukan perhatian serius dan selaras dengan arahan Presiden Prabowo karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas serta kesehatan masyarakat sehari-hari.

“Abu vulkanik bukan hanya membuat lingkungan menjadi kotor, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Ada warga yang mengeluhkan mata perih, tenggorokan tidak nyaman, hingga gangguan pernapasan. Penggunaan masker menjadi salah satu bentuk perlindungan sederhana yang perlu terus kita dorong,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik, memperketat kewaspadaan, serta rutin memantau informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Kita tidak ingin masyarakat panik, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Ikuti arahan pemerintah, gunakan masker ketika beraktivitas di wilayah yang masih terdampak abu, dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak baik,” katanya.

Urgensi pasokan air bersih

Selain penanganan abu vulkanik, Ruby menyoroti pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap ketersediaan air bersih di wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika pasokan air mulai terganggu, dampaknya langsung dirasakan keluarga. Karena itu saya meminta tim di lapangan terus berkomunikasi dengan masyarakat untuk melihat wilayah mana yang membutuhkan bantuan berikutnya,” kata legislator dari daerah pemilihan Lampung I tersebut.

Pentingnya mitigasi terpadu

Ia menegaskan bahwa manajemen kondisi darurat membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan kolaboratif antar-instansi, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat.

“Kondisi seperti ini mengingatkan kita bahwa mitigasi bencana tidak hanya bicara ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan, distribusi bantuan, informasi yang akurat, sampai perlindungan kesehatan masyarakat semuanya harus berjalan bersamaan,” ujarnya.

Ruby berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat segera kembali stabil sehingga kondisi kehidupan masyarakat di Lampung kembali normal.

“Yang terpenting sekarang adalah kita saling menjaga. Pemerintah terus bekerja, masyarakat tetap waspada, dan semua pihak yang memiliki kemampuan harus ikut membantu. Insyaallah, dengan gotong royong, masyarakat Lampung bisa melewati situasi ini dengan baik,” tandas Ruby. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Warga Lampung sedang menghadapi situasi yang cukup kompleks, yakni kemarau yang membatasi pasokan air bersih sekaligus paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Respons cepat berupa distribusi air bersih dan masker menjadi langkah konkret untuk menjaga kebutuhan dasar sekaligus kesehatan warga. Namun, penanganan tidak cukup berhenti pada bantuan darurat. Mitigasi terpadu, informasi resmi yang akurat, dan kolaborasi lintas pihak tetap krusial agar masyarakat bisa menghadapi kondisi ini dengan tenang, waspada, dan lebih siap.

Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fraksi Gerindra Ruby Chairani Syiffadia Lampung Selatan Bantuan Air Bersih

Infografis

Terkini