TNI AU Terjunkan Personel Sirami Lahan Titik Panas Cegah Karhutla di Kalbar

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 6 September 2026 | 00:07 WIB
TNI AU Terjunkan Personel Sirami Lahan Titik Panas Cegah Karhutla di Kalbar
Personel TNI AU menyiram lahan bekas karhutla di wilayah Kalimantan Barat [Dok. Humas TNI AU]

astakom.com, Jakarta — Personel Pangkalan Udara (Lanud) Harry Hadisoemantri dari Satuan TNI Angkatan Udara (TNI AU) diterjunkan langsung ke lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kabupaten Sambas serta Kota Singkawang, Kalimantan Barat, sejak Kamis (03/09/2026). 

Langkah ini diambil guna mengeksekusi proses pendinginan area bekas terbakar secara menyeluruh.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan bahwa tindakan antisipatif tersebut difokuskan untuk mengeliminasi potensi munculnya kembali titik-titik api baru.

"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi karhutla," ungkapnya dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (05/09/2026). 

Pembasahan area secara terukur diharapkan mampu menekan risiko terjadinya bencana karhutla susulan di kawasan strategis tersebut.

Sinergi lintas sektor

Guna memaksimalisasi penanganan di lapangan, prajurit TNI AU menjalin sinergi lintas sektor bersama personel Polri, petugas Manggala Agni, jajaran perangkat desa, hingga masyarakat setempat. 

Kerja sama padat karya ini difokuskan pada pembasahan lahan terindikasi rawan agar kondisi tanah kembali stabil dan aman dari potensi pemicu kebakaran.

Meskipun harus berlomba dengan minimnya ketersediaan pasokan air serta pekatnya kabut asap yang mengganggu jarak pandang, tim gabungan terus menyisir lahan seluas 138 hektare.

"Kita fokus menyirami lahan pada area yang masih berpotensi menyimpan bara," jelas Nyoman. 

Komitmen penanggulangan kebakaran

Nyoman turut menegaskan komitmen TNI AU untuk terus menyiagakan tim penanggulangan kebakaran di seluruh lanud guna membantu pemerintah daerah meredam ancaman karhutla. 

Melalui dukungan operasional yang berkesinambungan ini, keberadaan TNI AU diharapkan dapat menopang efektivitas kerja pemerintah daerah maupun pusat dalam menjaga kestabilan lingkungan di wilayah Kalimantan Barat. (aLf/RAM)

Gen Z Takeaway

Karhutla di Sambas dan Singkawang ditangani serius lewat pendinginan lahan seluas 138 hektare. TNI AU bersama Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dan warga terus menyisir area rawan bara untuk mencegah api kembali muncul. Di tengah keterbatasan air dan kabut asap, kolaborasi lintas sektor jadi kunci agar penanganan karhutla nggak berhenti di pemadaman, tapi juga memastikan lahannya benar-benar aman.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Kalbar Kalimantan Barat TNI AU

Infografis

Terkini