Tragedi Nepal-Tiongkok: Banjir Bandang Sapu 1.375 Orang, 5.531 Hilang
astakom.com, Jakarta – Duka mendalam masih menyelimuti kawasan perbatasan Nepal dan Tiongkok. Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut tercatat makin parah.
Hingga kini, total korban jiwa telah menembus angka 1.375 orang, sementara 5.531 orang lainnya dilaporkan masih hilang sekitar 10 hari pasca-bencana menerjang.
Duka perbatasan
Berdasarkan data resmi yang dikutip media Anadolu pada Minggu (06/09/2026), Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal mencatat 1.344 orang tewas.
Total terdapat 5.000 orang lainnya hilang, serta 589 warga negara asing.
Di sisi lain, dari sisi Tiongkok, otoritas setempat melaporkan setidaknya 31 korban tewas dan 531 orang hilang di Daerah Otonom Xizang (Tibet).
Jika diakumulasikan, laporan resmi dari kedua negara mengonfirmasi kalau ada 850 warga negara asing yang hingga saat ini statusnya masih dinyatakan hilang.
Gletser retak
Bencana berskala besar ini bermula pada 26 Agustus lalu. Petaka dipicu oleh gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, yang mengalami keretakan fatal pada ketinggian sekitar 5.200 meter di atas permukaan laut.
Keretakan tersebut seketika memicu longsoran es dan batu massif yang menggulung ke bawah, bertransformasi menjadi aliran material banjir yang amat dahsyat.
Aliran ini menyerang lembah-lembah di sepanjang garis perbatasan Nepal dan Tiongkok.
Jalur urat nadi hancur
Dampak kerusakan di Nepal tergolong amat parah. Banjir dan tanah longsor menyapu bersih sejumlah wilayah penting, mulai dari Distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga merembet ke kawasan Lembah Kathmandu.
Sementara di wilayah Xizang (Tibet), dahsyatnya longsoran juga mengubur total perlintasan perbatasan Gyirong, salah satu titik urat nadi dan akses gerbang utama yang menghubungkan perdagangan serta mobilitas antara Nepal dan Tiongkok.
Pacu waktu SAR
Hingga saat ini, tim SAR dan otoritas gabungan masih terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan dalam kondisi yang sangat challenging demi menemukan ribuan korban yang masih hilang. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Krisis iklim makin nyata dan dampaknya nggak main-main: retakan gletser di gunung tinggi aja bisa dalam sekejap nyapu bersih wilayah perbatasan dua negara dan ngilangin ribuan nyawa. Bencana kayak gini jadi wake-up call keras buat kita semua kalau isu lingkungan itu darurat, butuh aksi nyata secepatnya, dan kesiapsiagaan mitigasi bencana global udah nggak bisa ditawar-tawar lagi.









