Makin Simple! Kemenkes Launching SATUSEHAT RME, Rekam Medis Pasien Kini Terintegrasi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 3 September 2026 | 15:03 WIB
Makin Simple! Kemenkes Launching SATUSEHAT RME, Rekam Medis Pasien Kini Terintegrasi
Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Selasa (17/6/2026). [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta – Rekam medis pasien kini diarahkan makin terhubung lewat SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME) yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Sistem ini memungkinkan data kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan terkoneksi dalam satu ekosistem digital berbasis profil pasien.

Melansir keterangan resmi Kemenkes pada Kamis, (03/09/2026), SATUSEHAT RME menjadi bagian dari transformasi digital kesehatan untuk membuat informasi medis pasien lebih mudah tersambung ketika mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan berbeda.

Lewat sistem tersebut, data rekam medis tidak lagi hanya tersimpan pada fasilitas tempat pasien menjalani pemeriksaan. Informasi kesehatan dikaitkan dengan profil individu dalam ekosistem SATUSEHAT dan dapat diakses tenaga medis sesuai kewenangan serta persetujuan pasien.

SATUSEHAT resmi diluncurkan

Kemenkes memperkenalkan SATUSEHAT RME di Jakarta pada Selasa (01/09/2026). Sistem ini mengintegrasikan berbagai informasi medis, mulai dari diagnosis, hasil laboratorium, obat, tindakan medis, tanda vital, hingga radiologi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan riwayat kesehatan seseorang tetap tersedia ketika berpindah fasilitas kesehatan.

“Data ini disimpannya bukan berbasis fasyankes, tetapi berbasis individu. Jadi ketika seseorang melakukan pemeriksaan di berbagai fasilitas kesehatan, seluruh data tersebut dapat terhubung dalam satu akun kesehatan milik pasien,” tegas Menkes Budi saat peluncuran SATUSEHAT RME di auditorium dr. J. Leimena gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Bantu akses data medis

Kehadiran RME juga ditujukan untuk memudahkan dokter memperoleh informasi medis pasien secara lebih lengkap. Jika pasien memberikan akses, hasil pemeriksaan dari fasilitas kesehatan sebelumnya dapat dilihat oleh fasilitas berikutnya sehingga pemeriksaan serupa tidak perlu dilakukan kembali apabila secara klinis masih relevan.

“Kalau rumah sakit A mau merujuk ke rumah sakit B, tidak perlu lagi semua data dibawa dan dimasukkan secara manual. Data sudah tersambung, sehingga dokter yang menerima di IGD sudah dapat mengetahui kondisi kesehatan pasien,” ucapnya.

Meski akses dibuat lebih praktis, kerahasiaan data tetap diperhatikan. Untuk kondisi non-darurat, pasien perlu memberikan persetujuan melalui kode akses enam digit yang dihasilkan lewat SATUSEHAT Mobile.

“Dalam kondisi darurat ketika pasien tidak sadar atau tidak mampu memberikan persetujuan, tenaga kesehatan dapat menggunakan mekanisme persetujuan emergency untuk mengakses informasi medis yang diperlukan demi keselamatan pasien. Riwayat akses tersebut tetap dapat diketahui pasien melalui SATUSEHAT Mobile,” jelas dr. Azhar.

Diterapkan secara bertahap

SATUSEHAT RME mulai diterapkan secara bertahap, antara lain di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Penerapannya kemudian diperluas ke fasilitas pelayanan kesehatan yang telah terintegrasi dengan ekosistem SATUSEHAT.

Pasien dengan profil SATUSEHAT Mobile yang sudah terverifikasi juga dapat mengakses resume medis secara mandiri melalui fitur Resume Medis setelah menjalani pemeriksaan, konsultasi, maupun tindakan medis. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Intinya, rekam medis dibuat makin praktis karena informasi kesehatan pasien bisa tersambung dalam satu profil SATUSEHAT. Jadi saat pindah fasilitas atau mendapat rujukan, pasien nggak perlu ribet membawa berkas medis, sementara akses datanya tetap dikontrol.

Kemenkes Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) SATUSEHAT RME Kesehatan Rekam Medis Elektronik (RME)

Infografis

Terkini