Pekanbaru dan Jambi Mulai Breathe Easy, Operasi Modifikasi Cuaca Sukses Jinakkan Asap Karhutla

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 2 September 2026 | 21:07 WIB
Pekanbaru dan Jambi Mulai Breathe Easy, Operasi Modifikasi Cuaca Sukses Jinakkan Asap Karhutla
Hujan Jadi Harapan Baru, Pemerintah Genjot Penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan. [Lanud Roesmin Nurjadin]

astakom.com, Jakarta – Pemerintah mulai mengoptimalkan potensi hujan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan wilayah yang berpotensi mendapat hujan dan membutuhkan intervensi lebih lanjut.

Melansir keterangan resmi yang diterima astakom.com, pada Selasa (01/09/2026), upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla, terutama di wilayah Kalimantan yang masih terdampak.

Potensi hujan dioptimalkan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan potensi hujan yang muncul akan dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan karhutla melalui OMC.

“Jadi ini kalau sudah ada nanti potensi (hujan) ini tentu kami juga akan memanfaatkan ini mengoptimalkan jatuhnya hujan melalui OMC. Mudah-mudahan nanti ada rekomendasi dari BMKG untuk melakukan operasi udara yang lebih intens lagi,” ujar Berton dalam konferensi pers, Selasa (01/09/2026).

Berdasarkan analisis curah hujan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio Kalimantan Barat, wilayah Kalimantan Barat diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas rendah pada 1-10 September 2026.

Sementara itu, hujan di sejumlah wilayah Kalimantan diprediksi turun secara sporadis atau tidak merata dengan durasi yang relatif singkat.

“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sporadis di sebagian wilayah Kalimantan Barat akan ada pada tanggal-tanggal 1 sampai 7 September ini,” jelasnya.

Hujan sedang mulai dipantau

BMKG juga memprakirakan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada 4-7 September di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan Tengah dan Riau yang masih terdampak karhutla.

Di Sumatera, pelaksanaan OMC dengan memanfaatkan awan-awan hujan juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski titik api masih terpantau di Riau, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah mulai membaik.

Berton menyebut jarak pandang di Riau secara umum masih berada di sekitar 9 kilometer. Namun, kondisi udara di Kota Pekanbaru dinilai semakin membaik hingga aktivitas masyarakat mulai berjalan lebih normal.

“Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu, Car Free Day dilaksanakan di sana (Pekanbaru). Ini menandakan bahwa kualitas udara di Riau khususnya di kota Pekanbaru sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik,” ucap Berton.

Aktivitas warga berjalan normal

Perkembangan positif juga terlihat di Jambi. Kualitas udara di wilayah tersebut secara umum berada dalam kondisi baik sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung normal.

Hujan ringan hingga sedang juga terpantau turun di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran OMC, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Bungo.

Sementara di Sumatera Selatan, kualitas udara secara umum berada pada kategori sedang. KBM dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal, meski masyarakat masih dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

Dengan potensi hujan yang mulai muncul di sejumlah wilayah, pemerintah terus mengandalkan OMC sebagai salah satu upaya untuk membantu menekan karhutla. Jadi, hujan bukan cuma ditunggu datang, tapi potensinya juga dimaksimalkan supaya penanganan karhutla bisa makin efektif. (deA/RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Potensi hujan mulai jadi kabar baik di tengah karhutla. Meski kondisi di beberapa wilayah belum sepenuhnya aman, kualitas udara yang membaik dan aktivitas warga yang kembali normal jadi tanda positif. Tetap pakai masker kalau kualitas udara belum oke dan jangan anggap remeh kondisi lingkungan sekitar.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Penanganan Karhutla Update Karhutla

Infografis

Terkini